Khofifah Siapkan Lahan 1,5 Hektar di Surabaya untuk Asrama Mahasiswa Nusantara

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa telah menyiapkan lahan 1,5 hektare untuk asrama mahasiswa nusantara. Di sini lokasinya..

Khofifah Siapkan Lahan 1,5 Hektar di Surabaya untuk Asrama Mahasiswa Nusantara
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan Asrama Mahasiswa Nusantara yang ia gagas siap dibangun di Surabaya.

Lahan seluas 1,5 hektar di kawasan Siwalankerto sudah disiapkan. Lahan tersebut akan segera dibangun untuk menjadi laboratorium hidup Bhineka Tunggal Ika.

Asrama ini akan menampung mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang berkuliah di Jawa Timur.

Mereka akan dikumpulkan menjadi satu untuk saling belajar adat, perilaku dan hidup saljng berdampingan.

"Ada 1,5 hektar lahan di belakang kantor Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, di daerah Siwalankerto. Insyaallah itu yang akan menjadi Asrama Mahasiswa Nusantara," kata Khofifah, Rabu (11/9/2019).

Saat ini dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2020 mata anggaran untuk pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara.

Akan tetapi anggaran yang dicantumkan tahun depan menurut Khofifah bukanlah kebutuhan seluruhnya.

Namun akan ada tahap dua, hingga tiga tahap. Yang nantinya akan menjadikan Asrama Mahasiswa Nusantara utuh berdiri.

"Di KUAPAS ada kebutuhan anggaran sekitar Rp 38 miliar untuk menyiapkan Asram Mahasiswa Nusantara itu sudah masuk. Ini kan bagian pertama nanti akan ada kedua mungkin kita butuh tiga tahap untuk menyiapkan Asrama Mahasiswa Nusantara," kata mantan Menteri Sosial RI ini.

Konsepnya, dikatakan Khofifah, asrama ini akan mengumpulkan seluruh mahasiswa dari luar Jawa yang sedang kuliah di Jawa Timur. Mereka akan berkumpul menjadi satu dalam keseharian. Sehingga akulturasi budaya bisa berjalan secara alami.

"Nanti akan kami buatkan kuota. Misalnya dari Papua berapa, dari Kalimantan berapa, Sumatera berapa, lalu Sulawesi berapa. Jadi nggak sendiri-sendiri," ucapnya.

Dengan bersatu dalam keseharian, mahasiswa antar daerah diharapkan bisa saling belajar mengenali adat istiadat, pola pikir, dan pola sikap antar daerah.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu mengatakan, jika mereka sudah sering bertemu, maka akan timbul rasa saling mengerti, kemudian terbangun saling menghormati dan memahami. Dengan begitu persatuan dan kerukunan bisa terbangun.

"Dalam tanda kutip, asrama mahasiswa nusantara ini akan menjadi laboratorium, dan merepresentasikan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu jua," tegas wanita yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved