Sambang Kampung

Jalankan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, Kampung Sidoyoso Wetan Bebas DBD

"Gerakan ini sudah disepakati warga. Setiap rumah harus ada satu jumantik yang bertanggung jawab memeriksa rumah apakah telah terbebas dari jentik.

Jalankan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, Kampung Sidoyoso Wetan Bebas DBD
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Warga Sidoyoso Wetan menyirami tanaman yang ditanam di bantaran sungai sehingga terlihat lebih hijau dan asri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga RT 04/RW 13 Kampung Sidoyoso Wetan, Surabaya, telah memiliki kesadaran dalam mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui gerakan satu rumah satu jumantik.

Jumantik, ungkap Yatiyem, ketua RT 04 RW 13 Kampung Sidoyoso Wetan, merupakan singkatan dari juru pemantau jentik.

"Gerakan ini sudah disepakati warga. Setiap rumah harus ada satu jumantik yang bertanggung jawab memeriksa rumah apakah telah terbebas dari jentik. Setiap hari Jumat, akan ada kunjungan dari kader," ungkap Yatiyem.

Jumantik, lanjut Mujiatiningsih yang merupakan kader lingkungan RT 04/RW 13 Sidoyoso Wetan sekaligus fasilitator Kelurahan Simokerto, bertugas memantau jentik di area rumah. Mulai dari bak mandi, tempat penampungan air, sarang burung, dan lain sebagainya.

"Intinya harus ada yang bertanggung jawab di masing-masing rumah. Boleh bapak, ibu, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Gerakan satu rumah satu jumantik, menurut Yatiem dan Mujiatiningsih memberikan dampak yang bagus.

"Sejak awal 2019, warga tidak ada yang terserang penyakit DBD. Kami terus memantau dan memeriksa secara berkala," Mujiatiningsih mengatakan.

Setiap minggunya, lanjutnya, jumantik melaporkan hasil kepada koordinator RT kemudian dilaporkan kepada koordinator RW. Setelah itu dilaporkan lagi kepada koordinator kelurahan dan kemudian dilaporkan kepada puskesmas

"Di RT 04, ada 60 rumah. Bisa dikatakan rumah-rumah telah mencapai 98 persen angka bebas jentik," papar Mujiatiningsih.

Angka bebas jentik (ABJ) dihitung dari rumah yang tidak ada jentik dibagi dengan jumlah rumah yang diperiksa.

"Gerakan ini dapat mengurangi angka kejadian demam berdarah secara lebih efektif. Masing-maisng rumah diberi tanggung jawab. Kami bersama-sama bersinergi," pungkasnya.

Adi Candra, Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Surabaya mengatakan, Kampung Simokerto RT 04 RW 13 merupakan kampung yang berada di bantaran Kali Tebu.

"Dengan adanya kampung tersebut, diharapkan mampu mengubah mindset masyarakat. Kawasan bantaran sungai dapat berubah menjadi lebih baik," ungkapnya.

Dengan dorongan para fasilitator lingkungan, korcam Simokerto, dan kader lingkungan, wilayah bantaran sungai yang bersih, hijau, indah, dan sehat dapat terwujud.

"Juga gerakan satu rumah satu jumantik yang bisa menekan angka DBD. Warga Sidoyoso juga memiliki produk unggulan seperti kacang pedas, telor asin, dan lain lain untuk memberdayakan masyarakat dalam menggerakkan sirkulasi ekonomi berkelanjutan," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved