Berita Jember

Besok Pilkades Jember Tahap 2 Mulai Digelar

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jember tahap II bakal digelar, Kamis (12/9/2019). Bakal ada 37 desa di wilayah selatan Jember yang menggelar Pilkades

Besok Pilkades Jember Tahap 2 Mulai Digelar
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Wabup Jember, Abdul Muqit Arief saat meninjau Pilkades tahap I pekan lalu 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jember tahap II bakal digelar, Kamis (12/9/2019).

Pada tahap II ini bakal ada 37 desa di wilayah selatan Jember yang menggelar Pilkades.

37 desa itu berada di enam kecamatan yakni Ambulu, Wuluhan, Rambipuji, Balung, Puger, dan Gumukmas.

Bupati Jember, Faida bersama jajaran Forkopimda Jember bakal meninjau pelaksanaan Pilkades tahap II ini.

Ada dua tim yang bakal memantau yakni Tim I yang dipimpin oleh bupati, dan Tim II yang dipimpin oleh wakil bupati.

37 desa itu tersebar di enam desa di Kecamatan Rambipuji, tujuh desa di Balung, 11 desa di Puger, lima desa di Gumukmas, lima desa di Wuluhan, dan tiga desa di Ambulu. Dua tim monitoring bakal terbagi memantau di semua kecamatan.

Jumlah calon kepala desa yang akan mengikuti pilkades tahap II ada 117 orang, terdiri atas 101 laki-laki dan 16 perempuan, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 319.096.

Rinciannya adalah DPT Rambipuji 50.904, Balung 47.804, Puger 82.476, Gumukmas 36.521, Wuluhan 65.312 dan Ambulu 36.079.

"Seperti halnya pada Pilkades serentak tahap I, saya berharap pelaksanaannya dapat berjalan lancar, aman dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan," tegas Bupati Faida, Rabu (11/9/2019).

Sedangkan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakt Desa, Edy Budi Susilo ada sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi dari pelaksanaan Pilkades tahap I pekan lalu.

Catatan itu yakni, adanya sinyalemen panitia Pilkades tidak netral, banyaknya suara tidak sah, juga perlunya penekanan semua pihak menaati peraturan dan kesepakatan.

"Evaluasi ini sudah kami tekankan kepada para camat yang wilayahnya menggelar Pilkades. Pertama, camat harus betul-betul meminta panitia Pilkades supaya menjaga netralitas. Hal ini kami tegaskan karena ada sinyalemen itu dari pihak-pihak yang kalah. Kedua, meminta kepada semua pihak untuk menaati peraturan dan kesepakatan. Ketiga, penekanan pentingnya sosialisasi cara memilih kepada pemilih supaya tidak banyak yang keliru, dan membuat banyaknya suara tidak sah. Ini kan jadi mubazir," tegas Edy.

Pada Pilkades tahap I lalu, ada fenomena di Desa Suren Kecamatan Ledokombo yakni suara tidak sah menjadi peraih suara terbanyak di Pilkades tersebut. Suara tidak sah itu mengalahkan suara para calon kades.

Untuk mengantisipasi hal di atas tidak terjadi, Edy menegaskan pihaknya sudah meminta kembali para camat untuk memperhatikan tiga hal tersebut. Camat diminta meneruskan hal itu kepada para Pj kepala desa, dan panitia Pilkades.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved