Advertorial

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Buka Alih Jenjang Program Studi S1 Gizi

Pembukaan jalur ini untuk memenuhi permintaan sarjana gizi di dunia kerja yang terus meningkat.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Buka Alih Jenjang Program Studi S1 Gizi
surya.co.id/istimewa
Kegiatan mahasiswa di laboratorium S1 Gizi Unusa, Kampus B, Jl Raya Jemursari 51-57, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuka jalur alih jenjang untuk Program Studi (Prodi) S1 Gizi mulai tahun akademik 2019/2020.

Pembukaan jalur ini untuk memenuhi permintaan sarjana gizi di dunia kerja yang terus meningkat.

“Sekarang ini mulai ada kecenderungan kebutuhan sarjana di dunia kerja, terutama dari instansi kesehatan maupun pemerintahan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas ataupun instansi kesehatan lainnya, sehingga tenaga ahli gizi yang ada dituntut memiliki jenjang pendidikan minimal S1,” kata Kepala Program Studi S1 Gizi, Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes.

Rizki mencontohkan untuk menaikkan akreditasi rumah sakit, salah satu parameternya adalah jumlah sarjana gizi yang dimiliki rumah sakit.

Dengan begitu, rumah sakit sekarang ini cenderung mencari ahli gizi yang sudah sarjana.

“Sementara itu, dari data yang ada, sekitar 2.000 ahli gizi di Jawa Timur masih D3 (diploma). Di satu sisi minimnya keberadaan lembaga pendidikan tinggi jurusan gizi di Jatim juga menjadi kendala. Oleh karena itu, Unusa memberi kesempatan kepada diploma gizi agar bisa meningkatkan pendidikan mereka melalui jalur alih jenjang,” katanya.

Untuk jalur alih jenjang prodi S1 Gizi di Unusa, mahasiswa akan menempuh 3 semester.

Dan sebelum mengikuti perkuliahan, mereka diwajibkan mengikuti matrikulasi terlebih dahulu, agar outputnya memiliki kompetensi yang sama dengan reguler.

Sementara itu Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Unusa, Firdaus, SKep Ns MKes mengatakan prodi S1 Gizi tahun ini sudah menyiapkan kelas khusus jalur alih jenjang.

Tahun ini kapasitas yang disediakan sebesar 40 mahasiswa.

Untuk menunjang persiapan kelas alih jenjang tersebut, prodi S1 Gizi Unusa telah menggelar sebuah workshop pada akhir Juli 2019, dengan mengundang beberapa lembaga pendidikan tinggi gizi seperti Akademi Gizi Surabaya dan Poltekes Kemenkes Surabaya.

Tujuan diadakannya workshop ini untuk mendapatkan masukan dalam penyusunan kurikulum yang tepat.

Ketua Humas dan Marketing Unusa, M Ghofirin MPd menambahkan untuk tahun ini pendaftaran dibuka hingga tanggal 14 September 2019. “Diharapkan para diploma (D3) gizi bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan hingga ke jenjang sarjana ,” kata Ghofirin. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved