Berita Tulungagung

Satpol PP tulungagung Akhirnya Segel Warkop Tempat Ditemukannya Pemandu Lagu di Bawah Umur Bekerja

Satpol PP Tulungagung menyegel Warkop Idaman di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol

Satpol PP tulungagung Akhirnya Segel Warkop Tempat Ditemukannya Pemandu Lagu di Bawah Umur Bekerja
david yohanes/surya
Satpol PP Tulungagung memasang tanda segel di pintu ruang karaoke Warkop Idaman. Warkop ini diduga mempekerjakan pemandu lagu di bawah umur. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satpol PP Tulungagung menyegel Warkop Idaman di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Selasa (10/9/2019). Warkop yang juga menyediakan fasilitas karaoke ini dipastikan tidak mempunyai izin.

Di Warkop ini, sehari sebelumnya Satpol PP menemukan perempuan pemandu lagu di bawah umur, Lulu (16), nama samaran.

"Kami sudah meminta keterangan pemiliknya. Dia tidak bisa menunjukkan bukti perizinannya," terang Kasi Informasi dan Publikasi, Artista Anindya Putra, yang akrab dipanggil Genot.

Tak Ada Izin Karaoke, Satpol PP Tulungagung Temukan Pemandu Lagu di Bawah Umur saat Razia Warkop Ini

Lanjutnya, Warkop milik Markini (65) ini menyalahi Perda nomor 6 Tahun 2012, tentang Kepariwisataan.

Markini berjanji akan mengurus izin yang dibutuhkan agar bisa beroperasi kembali.

Selama belum ada izin, maka Satpol PP menyegel ruang karaoke agar tidak beroperasi.

"Hanya ruang karaoke yang kami segel, sementara warung kopinya masih bisa beroperasi. Karena yang butuh izin adalah karaokenya," sambung Genot.

Satpol PP juga memberikan arahan kepada Markini, terkait prosedur mengurus izin di Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Setiap usaha karaoke wajib mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), dengan syarat harus lebih dulu mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO).

Genot juga berpesan, agar segel tidak dilepas oleh siapa saja, kecuali Satpol PP selaku penegak Perda.

"Jika ada pihak yang tidak punya wewenang membukanya, maka bisa dijerat pidana," tegasnya.

Sebelumnya Lulu mengaku pernah menjadi korban rudapaksa seorang pelanggan yang dikenal dengan nama Pak Uceng.

Satpol PP melimpahkan kasus ini ke Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung.

ULT PSAI kemudian mengembalikan Lulu ke orang tuanya, di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Setelah memberikan assesmen pada anak dan orang tua, mereka diharapkan membuat laporan ke kepolisian, atas dugaan pencabulan yang dilakukan Pak Uceng

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved