Berita Sidoarjo

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Sidoarjo, Pemilik Jalankan Bisnis Haram Itu Sejak Februari 2019

Penggerebekan ini bermula saat petugas mendapat informasi tentang adanya produsen minuman jenis arak yang beroperasi di Candi.

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Sidoarjo, Pemilik Jalankan Bisnis Haram Itu Sejak Februari 2019
surya.co.id/m taufik
Pabrik Miras di Sidoarjo yang digerebek petugas Reskrim Polresta Sidoarjo, Selasa (10/9/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sebuah pabrik miras di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo digerebek polisi.

Dua orang tersangka ditangkap dan sejumlah barang bukti disita dari lokasi penggerebekan tersebut.

Dua tersangka yang digelandang polisi adalah Novi Setiawan (36), dan Puji Erdianto (28), keduanya warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Tuban.

Sementara barang bukti yang diamankan, antara lain 180 kardus berisi arak siap kirim yang setiap keduanya berisi 12 botol ukuran 1,5 jadi total, 20 drum bahan baku yang sudah dicampur dengan baceman, 20 sak gula pasir yang setiap soalnya berisi 50 kilogram gula.

Kemudian ada 2 kardus ragi, 10 plastik berisi botol kosong, 4 drum berisi limbah cair hasil dari proses penyulingan arak, 20 tabung LPG ukuran 3 Kg dlm keadaan kosong, 7 tabung LPG ukuran 3 Kg ada isinya, 5 buah selang, 1 mesin penyedot, 1 mesin penyulingan, dan 2 mesin filter.

"Tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polresta Sidoarjo. Petugas masih terus melakukan pendalaman terkait kasus ini," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Selasa (10/9/2019).

Diceritakan, penggerebekan ini bermula saat petugas mendapat informasi tentang adanya produsen minuman jenis arak yang beroperasi di Candi.

Setelah ditelusuri, ternyata mereka memang menggunakan sebuah gedung kosong untuk pabrik miras.

Setelah memastikan benar ada aktivitas ilegal di tempat itu, petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo langsung melakukan penggerebekan.

Hasilnya, para tersangka dan barang bukti ditemukan di lokasi penggerebekan tersebut.

Dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku sudah menjalankan bisnis haram ini sejak Februari 2019 lalu.

Sejak saat itu mereka memproduksi arak di Sidoarjo dan mengedarkannya di Kawasan Sidoarjo dan sekitar.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved