Berita Tulungagung

Kuota PBID di Tulungagung Tak Terpenuhi, Dana yang Dianggarkan Terancam Balik ke Kasda

Besarnya dana yang dianggarkan tidak sebanding dengan jumlah nama yang diajukan sebagai penerima bantuan.

Kuota PBID di Tulungagung Tak Terpenuhi, Dana yang Dianggarkan Terancam Balik ke Kasda
surya.co.id/david yohannes
Warga memanfaatkan layanan BPJS kesehatan RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung menganggarkan Rp 18 miliar untuk subsidi iuran BPJS Kesehatan, melalui Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID).

Namun besarnya dana yang dianggarkan tidak sebanding dengan jumlah nama yang diajukan sebagai penerima bantuan.

Sebab dari 65.885 kuota nama yang disiapkan, saat ini masih kurang sekitar 33.000.

Jika kuota tersebut tidak dipenuhi, maka sisa anggaran akan dikembalikan ke kas daerah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono mengatakan, dana yang disiapkan berasal dari pajak rokok sebesar Rp 14 miliar, dan Dana Bagi Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) sebesar Rp 4 miliar.

"Saat ini total peserta PBID sebanyak 31.000 lebih. Kurangnya lebih dari 33.000," terang Bambang.

Rinciannya, peserta lama yang sudah menjadi PBID sebanyak 17.000.

Ditambah data terakhir yang diusulkan Dinsos, dari 45.000 nama yang lolos verifikasi sebanyak 14.000 orang.

Jumlah peserta ini masih mungkin terus bertambah, tergantung berapa banyak nama yang terjaring dari yang diusulkan Dinsos.

"Sayang kalau anggaran ini dikembalikan ke Kasda. Seharusnya banyak warga tidak mampu yang terjangkau bantuan ini," sambung Bambang.

Data dari 17.000 peserta lama BPID, kurang dari 50 persen yang pernah memanfaatkan fasilitas berobat gratis lewat kartu BPJS Kesehatan.

Sedangkan dari mereka yang pernah datang ke Puskesmas, rata-rata hanya berobat karena penyakit ringan, seperti demam dan batuk.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved