Berita Bangkalan

Emak-emak di Bangkalan Kena Tilang Gara-gara Tak Punya SIM, Sempat Tawar Segini

Emak-emak penjual onde-onde di Bangkalan kena tilang gara-gara tak punya SIM. Sempat tawar besaran biaya tilang.

Emak-emak di Bangkalan Kena Tilang Gara-gara Tak Punya SIM, Sempat Tawar Segini
surya.co.id/ahmad faisol
Ibu muda penjual onde-onde (kanan) berupaya menego besaran denda tilang di hadapan petugas Kejaksaan Negeri Bangkalan dalam Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar di Jalan A Yani, Selasa (10/9/2019) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Razia gabungan digelar Satlantas Polres Bangkalan bersama Dinas Perhubungan, Kejaksaan, Dinas Pendapatan, Jasa Marga hingga Polisi Militer dari Sub Denpom V/Brawijaya di Jalan A Yani, Selasa (10/9/2019).

Dalam razia di hari ke-13 Operasi Patuh Semeru itu juga digelar sidang di tempat.

Beberapa tenda, meja, dan kursi dipasang di tepi jalan untuk para jaksa, hakim, satlantas, hingga meja dinas pendapatan.

Pada tenda jaksa dan hakim, nampak seorang perempuan memakai kaos lengan panjang berwarna hijau tua dipadu jilbab berwarna merah kombinasi bulatan warna putih menunggu giliran sidang.

Ia adalah pengendara roda dua. Nampaknya, ia sudah tahu tentang besaran denda tilang yang harus dibayar karena tidak memiliki SIM C.

Pada gilirannya, ia lantas berdiri dan berucap, "Rp 50 ribu ya Pak. Saya jualan onde-onde baru laku Rp 50 ribu," ungkapnya.

Mendengar hal itu, petugas dari kejaksaan hanya tersenyum dan menerangkan biaya denda pelanggaran SIM C sebesar Rp 80 ribu.

Lantas kemudian, perempuan yang diketahui bernama Ny Isnaidah pun membayar kontan dan berlalu dari tenda jaksa dan hakim.

Operasi Patuh Semeru 2019 digelar serentak terhitung mulai sejak Kamis (29/8/2019) hingga Selasa (11/9/2019).

KBO Lalu-lintas Satlantas Polres Bangkalan Iptu Mansyur mengungkapkan, dalam gelar Sidang di Tempat dan Operasi Patuh Semeru 2019 hari ini tercatat sebanyak 70 tindakan tilang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved