Berita Trenggalek

Baznas Distribusikan Puluhan Tangki Air Bersih ke 8 Desa di Trenggalek yang Dilanda Kekeringan

Air yang didistribusikan oleh Baznas Trenggalek berasal dari zakat, infaq dan sedekah masyarakat

Baznas Distribusikan Puluhan Tangki Air Bersih ke 8 Desa di Trenggalek yang Dilanda Kekeringan
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Pendistribusian air bersih oleh Baznas Trenggalek di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Selasa (10/9/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek, mendistribusikan lebih dari 78 tangki air ke delapan desa di dua kecamatan sepanjang September 2019 ini. Tiap tangki yang didistribusikan berkapasitas sekitar 5.000 liter air.

Desa tujuan distribusi, yakni Desa Ngrencak, Besuki, Karangtengah, Terbis, Ngrambingan dan Banjar Kecamatan Panggul serta Desa Ngulungetan dan Bendoroto, Kecamatan Munjungan.

Pendistribusian air ini lantaran sejak beberapa pekan terakhir desa-desa di Kabupaten Trenggalek dilanda kekeringan.

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Trenggalek, Rahmat Purwanto, mengatakan, pendistribusian itu dimulai Jumat (6/9/2019) hingga akhir September.

"Hari ini pendistribusian di Terbis Kecamatan Panggul," kata Rahmat, Selasa (10/9/2019).

Air yang didistribusikan, jelas Rahmat, berasal dari zakat, infaq dan sedekah masyarakat. Pengiriman air untuk melengkapi pendistribusian yang juga dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Jumlah tangki yang dikirim dan desa-desa tujuan juga bisa bertambah. Menurut Rahmat, hal itu bakal disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, kekeringan yang terjadi di Trenggalek hingga awal September ini tidak separah kekeringan tahun sebelumnya.

"Tapi tetap ada kekeringan. Jadi, untuk jangka panjangnya, kami tetap mulai dengan menjaga sumber mata air dan pipanisasi dari dinas terkait untuk menyalurkannya," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Data BPBD Kabupaten Trenggalek hingga 15 Agustus lalu, sebanyak 22 desa di beberapa kecamatan dilaporkan sulit air.

Mereka mengajukan bantuan pendistribusian air ke dinas itu. Pendistribusian air bersih oleh Baznas, ujar Mas Ipin, merupakan salah satu bentuk sinergi lintas sektor untuk mengatasi kekeringan.

"Ada sharing data. Selain BPBD dan Baznas, kan ada juga pendistribusian air bersih oleh masyarakat secara mandiri, Polres, dan lainnya," ungkap Mas Ipin.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved