Berita Jember

Soal Sekolah Rusak di Jember, Dinas Pendidikan Sudah Masukkan ke Daftar Perbaikan

Akan tetapi jika baru masuk di perencanaan Rencana APBD 2020, maka perbaikan sekolah itu akan berjalan tahun 2020 nanti.

Soal Sekolah Rusak di Jember, Dinas Pendidikan Sudah Masukkan ke Daftar Perbaikan
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sekolah rusak di Jember yang menanti untuk diperbaiki. 

SURYA.co.id | JEMBER - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo memastikan ruang kelas rusak di Kabupaten Jember sudah masuk dalam daftar perbaikan sekolah rusak di Dinas Pendidikan Jember.

Menurutnya, ada tiga kelompok daftar perbaikan itu.

"Yakni ada tahap perencanaan, proses lelang, dan pelaksanaan atau pengerjaan. Pada prinsipnya sekolah rusak di Kabupaten Jember sudah masuk dalam daftar perbaikan. Hanya saja perlu dilihat lagi, apakah dia masuk di tahap perencanaan, lelang, atau pelaksanaan. Itu yang perlu dicek lagi ke Bidang Sarana dan Prasarana," ujar Edy kepada Surya, Senin (9/9/2019).

Saat dikonfirmasi masuk kelompok manakah proses perbaikan SDN Curahtakir 3 Kecamatan Tempurejo, Edy Budi mengaku belum bisa memastikan perihal detil sekolah mana yang yang dalam proses perbaikan.

"Tahun ini ditargetkan ada 1.000 ruang kelas SD dan SMP yang diperbaiki oleh Dinas Pendidikan. Sudah berjalan sekitar 600-an ruang kelas, dan sisanya akhir tahun ini bisa dilakukan," imbuhnya.

Tentang SDN Curahtakir 3 Kecamatan Tempurejo, Edy perlu memastikan ke Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan untuk mengetahui sejauh mana prosesnya.

Menurutnya, jika tahun 2018 sudah masuk di tahap perencanaan, maka pekerjaan dilakukan tahun ini. Namun jika perencanaan masuk di awal tahun, maka proses pekerjaan bisa dilakukan di akhir tahun memakai dana Perubahan APBD. Akan tetapi jika baru masuk di perencanaan Rencana APBD 2020, maka perbaikan sekolah itu akan berjalan tahun 2020 nanti.

"Jadi untuk Curahtakir 3 perlu saya cek lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Guru SDN Curahtakir 3 Kecamatan Tempurejo Ferdian Wibowo menuturkan, hingga  Senin (9/9/2019) belum ada tanda-tanda perbaikan ruang kelas rusak di sekolah tersebut.

"Sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan atau renovasi sekolah,' imbuhnya.

Dari pantauan Surya, hal ini berbeda dengan SDN Curahtakir 4 yang mendapatkan program renovasi ruang kelas. Perbaikan bangunan sekolah itu sudah mulai berjalan bulan September ini.

Seperti diberitakan Surya, tiga ruang kelas SDN Curahtakir 3 Kecamatan Tempurejo rusak. Atap dua ruang kelas yakni kelas V dan VI terbuka alias bolong. Atap di dua ruang kelas itu bolong karena atap asbesnya diterbangkan angin puting beliung tahun 2017 lalu. Akibatnya para murid belajar dalam keadaan kepanasan jika musim panas, dan kehujanan sehingga harus berpindah tempat di saat musim hujan.

Sementara ruang kelas IV SDN setempat kerap banjir akibat masuknya air dari bawah lantai di kelas tersebut. Sehingga saat hujan deras, kelas tersebut kerap kebanjiran.

Beberapa kali pihak sekolah mengajukan kondisi sekolah ke Dinas Pendidikan. Bahkan sekolah juga sudah mengajukan proposal renovasi sekolah. Beberapa petugas dari Dinas Pendidikan Jember juga pernah meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Namun hingga September 2019 ini, perbaikan untuk sekolah itu tidak juga datang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved