Berita Mojokerto

Pengakuan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Mojokerto, 'Jualan Nasi Goreng Tak Cukup'

Nurhaji ditembak polisi karena dianggap melakukan perlawanan saat akan ditangkap seusai merampok rumah kosong di Mojokerto

Pengakuan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Mojokerto, 'Jualan Nasi Goreng Tak Cukup'
surya.co.id/febrianto ramadani
Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Danny Setiyono (tengah) menunjukkan sejumlah barang bukti kasus pencurian spesialis rumah kosong dalam rilis di Mapolres Mojokerto,  Senin (9/9/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Nurhaji (46), warga dusun Brangkal, kelurahan Brangkal, kecamatan Balongpanggang, kabupaten Gresik, menggunakan kursi roda saat gelar kasus perkara Polres Mojokerto Kota, Senin (9/9/2019).

Nurhaji ditembak polisi karena dianggap melakukan perlawanan saat akan ditangkap seusai merampok rumah kosong di wilayah Bancang, Jalan Semeru, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, Minggu sore (8/9/2019).

Sebelum melakukan pencurian, Nurhaji berjualan nasi goreng keliling di perempatan Sekarsari, kota Mojokerto. Ia melakukan perbuatan tersebut demi memenuhi kebutuhan dan biaya hidup untuk empat anak dan istrinya.

Pelaku Perampokan di Mojokerto Sempat akan Rebut Pistol Petugas, Dapat Hadiah Timah Panas

"Pendapatan jualan nasi goreng sehari cuma Rp 300 ribu," kata Nurhaji.

Nurhaji mengaku hasil curiannya ia gunakan untuk membelikan obat terhadap salah satu anaknya yang terkena penyakit liver.

Saat menjalankan aksinya, Nurhaji menggunakan dua jaket berbeda warna.

"Jaket pertama saat masuk ke rumah, satunya saat keluar dari rumah kosong," imbuhnya.

Sebelum melakukan pencurian, Nurhaji melakukan survey keliling dari rumah kosnya di alamat Petengan, kota Mojokerto dengan menggunakan sepeda angin miliknya.

"Untuk mengetahui rumah kosong atau tidak, saya berpura pura membuang sampah di halaman rumah kosong, kalau selama beberapa hari sampah di halaman rumah kosong belum dibersihkan, tandanya rumah itu benar benar kosong. Selain itu juga melihat lampu. Kalau lampu di rumah beberapa hari nyala terus, tandanya rumah kosong," ungkapnya.

Pelaku juga menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya dengan melompat jendela, merusak pagar dan pintu serta mengacak isi rumah.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved