Berita Tulungagung

Pemandu Lagu yang Diamankan Satpol PP Tulungagung Mengaku Korban Rudapaksa Oknum Perangkat Desa

Satpol PP Tulungagung mengamankan seorang pemandu lagu di sebuah warkop yang mengaku jadi korban rudapaksa oknum perangkat desa

Pemandu Lagu yang Diamankan Satpol PP Tulungagung Mengaku Korban Rudapaksa Oknum Perangkat Desa
surya/david yohanes
Satpol PP Tulungagung saat minta penjelasan pemilik warkop di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang diduga mempekerjakan pemandu lagu di bawah umur (rambut bercat pirang). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satpol PP Tulungagung mengamankan Lulu (16), nama samaran, seorang pemandu lagu di sebuah warkop di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Senin (9/9/2019). Lulu sempat dibawa ke kantor Satpol PP Tulungagung untuk dimintai keterangan.

Remaja asal Malang ini mengaku pernah menjadi korban rudapaksa seorang pelanggan. Mendengar pengakuan itu, Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra mengantarkan Lulu ke Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI).

"Nantinya biar (ULT) PSAI yang mendalami pengakuan korban," ujar Genot, panggilan akrab Nindya.

Tak Ada Izin Karaoke, Satpol PP Tulungagung Temukan Pemandu Lagu di Bawah Umur saat Razia Warkop Ini

Untuk menguatkan pengakuannya, Lulu membuat surat pernyataan bermeterai.

Dalam pengakuan Lulu, orang yang mencabulinya biasa dipanggil Pak Uceng.

Pelaku diduga seorang perangkat di sebuah desa di Kecamatan Sumbergempol.

Saat Minggu, 11 Agustus 2019 pelaku masuk ke kamar, di mana Lulu dan satu temannya berada.

Lokasi kamar ini menyatu dengan warkop.

Pintu kamar kemudian dikunci, dan sosok laki-laki ini memaksa melakukan hubungan badan.

"Menurut pengakuannya, korban ada dua orang. Tapi yang satu sudah dewasa," sambung Genot.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved