Berita Tulungagung

Operasi Patuh Semeru 2019 di Tulungagung, Jaring 1.361 Pelanggar Lalu Lintas

Razia dilakukan untuk menekan angka kecelakaan, sekaligus menekan kendaraan bodong yang dicurigai hasil kejahatan.

Operasi Patuh Semeru 2019 di Tulungagung, Jaring 1.361 Pelanggar Lalu Lintas
surya.co.id/david yohannes
Sidang di tempat yang digelar sebagai bagian Operasi Patuh Semeru 2019. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung telah menjaring 1.361 pelanggar, selama Operasi Patuh Semeru 2019, dari 29 Agustus hingga 7 September 2019.

Dari jumlah pelanggar itu, 1.333 dilakukan tilang dan 28 diberikan teguran.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Hendrik Kurniawan mengatakan, pelanggaran yang terjaring mayoritas kendaraan roda dua, dan sisanya roda 4 dan mobil barang.

Dari total pelanggaran roda dua, 406 pengendara di bawah umur, 333 pengendara tidak mengenakan helm SNI, 80 melawan arus, 11 menelepon saat berkendara dan 302 pelanggaran lain-lain.

"Pelanggar di bawah umum, masih mendominasi. Mereka dipastikan belum punya SIM," terang Hendrik.

Sementara untuk roda empat, 28 pelanggaran melawan arus, 28 di bawah umur, 34 tidak menggunakan sabuk pengaman, 32 menggunakan ponsel saat mengemudi dan 132 pelanggaran lain-lain.

Untuk kendaraan barang, pelanggaran paling banyak tidak perpanjangan uji kir.

Razia dilakukan untuk menekan angka kecelakaan, sekaligus menekan kendaraan bodong yang dicurigai hasil kejahatan.

"Kami juga melibatkan POM TNI dan Dinas Perhubungan, Kejaksaan dan Pengadilan untuk sidang di tempat," sambung Hendrik.

Sidang di tempat merupakan amanat yang harus dilaksanakan.

Namun di antara mereka ada yang sidang di PN Tulungagung, karena saat ditilang tidak membawa uang tunai.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved