Berita Sidoarjo

Belum Sebulan Dilantik, 50 Anggota DPRD Sidoarjo Sudah Menerima Gaji Tapi Tidak Genap

Setiap anggota dewan Sidoarjo mendapat bayaran sekitar Rp 39 juta setiap bulan. Itu termasuk gaji pokok dan semua tunjangan

SURYAOnline/M Taufik
Para anggota DPRD Sidoarjo saat ikut Rapat Paripurna, Senin (9/9/2019). Sebagian belum punya baju kedinasan karena belum jadi dan gaji yang mereka juga belum cair sepenuhnya. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Awal bulan lalu, 50 orang anggota DPRD Sidoarjo sudah menerima gaji meski belum genap satu bulan dilantik. Tapi, ternyata gaji yang mereka terima belum genap.

Beberapa anggota dewan mengaku belum hafal berapa besaran pendapatan yang berhak mereka terima setiap bulan. Tapi mereka tahu bahwa pada gajian perdana kemarin, ada beberapa tunjangan yang belum diterima.

Informasi yang berhasil dihimpun, setiap anggota dewan Sidoarjo mendapat bayaran sekitar Rp 39 juta setiap bulan. Itu termasuk gaji pokok dan semua tunjangan.

Ada enam tunjangan utama yang melekat untuk semua anggota parlemen. Di antaranya tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras. Selain itu tunjangan Komunikasi intensif (TKI), tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi.

Selain itu ada enam tunjangan lain yang diberikan pada anggota yang menduduki jabatan tertentu. Yaitu tunjangan badan musyawarah (Banmus), tunjangan Badan Kehormatan (BK), tunjangan Komisi, tunjangan badan anggaran (Banggar) dan tunjangan badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda).

"Pak Sekwan (Sekretaris Dewan ,red) silakan dijelaskan tentang hak-hak para anggota. Termasuk seragam yang belum, gaji dan sebagainya," ujar Usman, Ketua sementara DPRD Sidoarjo usai Rapat Paripurna di gedung DPRD Sidoarjo, Senin (9/9/2019).

Menanggapi itu, Sekretaris DPRD Sidoarjo, Siswaji Abidin memaparkan bahwa baju seragam yang sudah diberikan kepada para anggota dewan memang baru satu. Yakni yang dipakai pada pelantikan beberapa waktu lalu.

"Lainnya belum, kami usahakan secepatnya sudah selesai. Ada empat pakaian kedinasan yang disediakan, yakni PDH, PSL, PSH dan PSR," ujar Siswaji di hadapan para anggota dewan yang ikut paripurna.

Tentang gaji, diungkapkan pula bahwa memang pada transfer pertama awal bulan lalu belum semua hak para anggota dewan diserahkan oleh Sekwan. Alasannya karena belum terbentuk pimpinan dan alat kelengkapan dewan.

"Tanggal 2 September lalu, gaji pokok sudah kami transfer. Tapi memang ada tunjungan yang belum, karena ini terkait pada klausul penulisan di DPA kami," ujar Siswaji.

Biasanya, Sekwan menyerahkan tunjungan dengan nominal yang tidak sama. Tunjungan untuk empat pimpinan yang beda dengan anggota biasa. Demikian juga unsur AKD (alat kelengkapan dewan).

"Kemarin itu kan baru dilantik, jadi semua statusnya masih anggota. Tapi ke depan sudah bisa karena sekarang sudah ada pimpinannya," lanjut dia.

Ya, Rapat Paripurna kali ini memang agendanya adalah pengumuman penetapan usulan nama-nama pimpinan DPRD Sidoarjo periode 2019-2024.

Mereka antara lain, Usman sebagai Ketua DPRD Sidoarjo sebagaimana rekom dari PKB selaku pemilik kursi terbanyak di dewan. Kemudian PDIP menunjuk Bambang Riyoko sebagai wakil ketua, Gerindra menunjuk Kayan, dan PAN menunjuk Emir Firdaus sebagai wakil ketua.

Empat nama itu selanjutnya dikirim ke Gubernur Jawa Timur. Setelah SK terbit, bakal digelar pelantikan atau pengambilan sumpah pimpinan dewan.

"Setelah dilakukan pengambilan sumpah pimpinan definitif. Akan dilanjutkan dengan pimpinan AKD," kata Usman pada kesempatan yang sama.

Pihaknya berharap, pimpinan di AKD mengacu asas pemerataan dengan sistem proporsional. Semua fraksi bakal mendapat bagian sebagai pimpinan AKD.

Kepada para anggota dewan yang hadir, Usman juga menyebut bakal melakukan sejumlah perubahan terhadap budaya-budaya lama di dewan. Termasuk anggota yang kebagian memimpin doa ketika Paripurna.

"Periode kemarin kan hanya dari PKB dan PAN saja, ke depan saya minta semua fraksi mengirimkan delegasinya untuk doa. Bergiliran dan anggota yang kebagian doa, kami beri bonus. Yakni mendampingi kunjungan pimpinan dewan," tukasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved