Berita Banyuwangi

Lestarikan Petik Laut, Gubernur Khofifah dan Bupati Anas Berangkatkan Larung Sesaji di TPI Pancer

"Semoga apa masyarakat Pancer semakin lancar rezekinya. Hasil buminya barokah," kata Khofifah.

Lestarikan Petik Laut, Gubernur Khofifah dan Bupati Anas Berangkatkan Larung Sesaji di TPI Pancer
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin larung sesaji dalam rangka Petik Laut ke-43 di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (8/9/2019). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Adat dan budaya dalam mensyukuri nikmat hasil alam terus dilestarikan oleh warga masyarakat Dusun Pancer.

Seperti Minggu (8/9/2019) pagi, ratusan masyarakat Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar ritual larung sesaji dalam rangka Petik Laut Pancer ke-43.

Upacara adat yang dihelat setiap awal tahun penanggalan hijriah itu dilakukan dengan melarung sesaji seperahu penuh menuju Pulau Mustaka. Sayuran, buah-buahan, gunungan nasi kuning dan juga hasil bumi dilarung di tengah laut lepas.

Antusiasme warga menyambut acara ini pun semakin terasa lantaran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dalam rangkaian acara kali ini. Khofifah bahkan diarak dengan kereta kencana menuju TPI Pancer tempat dilakukannya pelarungan sesaji.

Bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Khofifah juga menyematkan anting-anting dan pancing emas di kepala kambing yang sudah disembelih sebelum kemudian dilepaskan ke laut lepas.

"Kearifan lokal ini adalah kekayaan bangsa kita. Pak Jokowi sering menyampaikan bahwa Indonesia ini terdiri dari 714 suku. Dan semuanya bersatu. Di Afghanistan itu hanya ada 7 suku namun mereka tidak bisa bersatu," kata Khofifah.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa. Mantan Menteri Sosial ini juga mengajak masyarakat dan antar tokoh agama agar terus berseiring melestikan warisan bangsa.

Saat dalam prosesi arak-arakan Khofifah mengamati bahwa jalanan di Jajak, Pancer, rusak. Dan ia berinisiatif untuk membantu perbaikan jalan di Pancer.

Terutama karena akses jalan tersebut adalah akses utama menuju TPI Pancer, wisata Pantai Mustika, dan juga bisa konek dengan Pantai Pulau Merah. Ia langsung mengkomunikasikan hal tersebut dengan Bupati Banyuwangi yang juga hadir di lokasi tersebut.

"Semoga apa masyarakat Pancer semakin lancar rezekinya. Hasil buminya barokah," kata Khofifah.

Sementra itu Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan di Pancer sudah disiapkan. Oktober akan dimulai perbaikan dari Pancer hingga ke Pantai Pulau Merah.

"Yang membangun nanti swasta dari PT BSI. Oktober nanti mulai pengerjan, dananya Rp 9,6 miliar. Saya sudah rapatkan pembangunannya akan dimulai dari Pancer," Anas.

Tidak hanya itu perbaikan akses jalan yang aspalnya sudah rusak di Rogojambe juga akan dilakukan. Sehingga ia memastikan bahwa jalan di Kecamatan Pesanggaran akan dibangun juga. Alokasi anggarannya mencapai Rp 4,6 miliar.

"Jadi untuk perbaikan jalan dari Pancer hingga Rogojambe akan sebagian pemda dananya, sebagian pemprov dan sebagian juga swasta. Jadi ini adalah gootong royong," katanya

Di sisi lain Suwandi, Ketua Panitia Petik Laut TPI Pancer mengatakan kegiatan petik laut ini sudah dilakukan sejak tanggal 6 September dan akan diakhiri pada tanggal 9 September besok. Ia menyebut rangkaian larhng sesaji adalah puncak acaranya. Setelah sebelumnya ada kerja bhakti bersama, istighosah, dan juga acara hiburan rakyat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved