Berita Mojokerto

Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan Warga Saat Ruwatan Bulan Suro di Mojokerto

Belum selesai doa dilafalkan, warga berlari kencang, berdesak desakan, dan berebut mendapatkan isi ketiga gunungan tersebut.

Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan Warga Saat Ruwatan Bulan Suro di Mojokerto
tribun jatim/febrianto ramadani
Warga berebut mendapatkan bagian dari gunungan dalam festival ruwatan yang digelar di kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Festival Ruwatan yang digelar di desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menarik perhatian banyak orang, Minggu (8/9/2019).

Salah satu yang menjadi perhatian mereka adalah 3 gunungan yang dibuat dari aneka hasil bumi dan aneka jajanan.  Masing-masing gunungan itu tingginya sekitar 2 meter. 

Setelah semua itu didoakan, mereka langsung berebut mendapatkan bagian dari gunungan tersebut. 

Para pemangku adat kabupaten Mojokerto, melakukan ritual doa bersama diatas panggung sebagai rasa syukur, atas hasil bumi dan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat setempat melimpah.

Namun, belum selesai doa dilafalkan, warga berlari kencang, berdesak desakan, dan berebut mendapatkan isi ketiga gunungan tersebut. Karena ketinggiannya yang 2 meter. Masyarakat merobohkan salah satu gunungan agar mudah mengambilnya.

Tiga gunungan menjadi rusak dan patah di bagian penyangga kayu dan hiasannya dalam waktu sekejap. 

Salah satu pemangku adat budaya kabupaten Mojokerto yang juga menjabat sebagai Kabag Ops Polres Kabupaten Mojokerto, Kompol Tri Sujoko mengatakan, tiga gunungan tersebut merupakan kreasi dari masyarakat setempat.

"Wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa karena, telah diberikan keberkahan berupa hasil panen dalam jumlah yang banyak dan memuaskan bagi warga setempat," ujarnya Minggu (8/9/2019).

Selain adanya manfaat air, lanjut Kompol Tri Sujoko, tanah yang subur juga ikut menunjang jumlah panen masyarakat yang melimpah ruah.

"Tiga gunungan ini merupakan bentuk hasil bumi yang melimpah karena ditanam di atas tanah yang subur serta dialiri oleh sumber mata air Jolotundo. Tanpa adanya gunung yang subur serta aliran air. hasil bumi yang didapat tidak akan memuaskan." ucapnya.

33 Titik Mata Air di Kabupaten Mojokerto Diruwat Dalam Festival Ruwatan Mata Air

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved