Berita Tulungagung

Gara-gara Pisang, Pria di Tulungagung Dikenai Wajib Lapor ke Polisi 2 Kali Seminggu

“Ternyata orang itu tidak sendirian, dia membawa istrinya dan anak berusia 2 tahun. Terduga pelaku itu kemudian diserahkan ke Polsek,"

Gara-gara Pisang, Pria di Tulungagung Dikenai Wajib Lapor ke Polisi 2 Kali Seminggu
pixabay.com
pisang 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sambil membonceng istri dan seorang anak berusia 2 tahun, KNE (35) melaju dengan sepeda motor. Sementara di belakangnya ada motor lain yang mengejarnya.

Warga Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung ini diduga telah mencuri setandan pisang  milik Sunomo (56), warga Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan pada Selasa (3/9/2019) dini hari silam.

Kapolsek Rejotangan AKP Thohir, melalui Kanit Reskrim Aiptu Bilal Achmar mengatakan, saat itu korban tengah nonton tayangan televisi di rumahnya.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Sunomo mendengar seperti suara pohon pisang yang ambruk di depan rumahnya.

“Korban memeriksa ke depan, ternyata ada satu pohon pisang yang ambruk dan buahnya sudah hilang,” terang Bilal.

Saat itu korban sempat melihat ada sebuah motor yang melaju, dan pengendaranya terlihat membawa setandan pisang.

Yakin pengendara motor itu telah mencuri pisangnya, Sunomo memberi tahu anaknya dan mengejar.

Setelah kejar-kejaran sejauh 1 kilometer, pengendara motor yang mencurigakan itu berhasil disusul.

“Ternyata orang itu tidak sendirian, dia membawa istrinya dan anak berusia 2 tahun. Terduga pelaku itu kemudian diserahkan ke Polsek Rejotangan,” sambung Bilal.

Kepada penyidik, KNE mengaku awalnya hanya mengajak jalan-jalan anaknya yang sulit tidur.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved