Berita Mojokerto

33 Titik Mata Air di Kabupaten Mojokerto Diruwat Dalam Festival Ruwatan Mata Air

"Katanya bisa membuat awet muda kalau dibuat mandi. Terus juga mendapatkan rezeki yang melimpah dan berkah," ungkapnya

33 Titik Mata Air di Kabupaten Mojokerto Diruwat Dalam Festival Ruwatan Mata Air
surabaya.tribunnews.com/febrianto ramadani
Festival ruwatan air yang digelar di wisata Patirtaan Jolotundo, Kabupaten Mojokerto, Minggu siang (8/9/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Mojokerto mengikuti festival ruwatan mata air di dusun Biting, desa Seloliman, kecamatan Trawas, kabupaten Mojokerto, Minggu siang (8/9/2019).

Dalam festival itu ada 33 titik sumber mata air yang diruwat di Sumber Patirtaan Jolotundo. 

Festival yang dilakukan oleh para pemangku adat kabupaten Mojokerto tersebut, digelar dalam rangka peringatan bulan Suro 2019.

Sebelum sumber mata air diruwat, para pemangku adat membawa 3 gunungan setinggi 1,5 meter dengan aneka hasil bumi dan jajanan tradisional. Kemudian, para pemangku adat menampilkan kesenian Bantengan, Jaranan dan Singo Barong dengan memakai baju tradisional khas Jawa serba hitam.

Beberapa sesepuh pemangku adat berdoa dengan khusyuk di atas panggung. Sambil menyiapkan sesaji dan menyalakan dupa di atas meja kecil, para sesepuh adat meminta keberkahan yang melimpah pada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah berdoa, air dari 33 titik mata air yang disimpan dalam kendi,  dituangkan dalam satu wadah berlapis kain putih. 

Dengan membawa botol minuman plastik dari rumah masing masing, warga berdesakan berebut air yang sudah dituangkan dalam tong plastik. Warga berharap botol yang mereka bawa, terisi penuh dengan air tersebut. 

Tak butuh waktu lama, air dalam tong plastik telah habis diserbu warga untuk diminum langsung di tempat. Melalui air yang mereka minum, warga berharap mendapatkan manfaat  yang melimpah.

Salah satu warga yang ikut mengikuti festival ruwatan, Setiawan, mengaku, percaya dengan keberkahan air ruwatan tersebut.

"Katanya bisa membuat awet muda kalau dibuat mandi. Terus juga mendapatkan rezeki yang melimpah dan berkah," ungkapnya sambil membawa 2 jerigen Minggu (8/9/2019).

Salah satu pemangku adat budaya kabupaten Mojokerto, yang juga menjabat sebagai Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko, mengatakan, festival ruwatan air merupakan tahun keempat yang digelar di Wisata Petirtaan Jolotundo.

"Sumber kehidupan manusia tidak lepas dari mata air. Air memberikan kesuburan bagi tanaman dan lingkungan sekitarnya. Melalui festival ini sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya Minggu (8/9/2019).

Kompol Tri Sujoko menambahkan, wisata Patirtaan Jolotundo dipilih sebagai berlangsungnya festival tersebut, lantaran tempatnya yang sudah menjadi ikon bagi kabupaten Mojokerto.

"Harapannya, melalui acara ini bisa meningkatkan kunjungan para turis lokal dan asing sebagai tempat wisata budaya dan religi. Sehingga wisata budaya dan religi tersebut bisa membentuk jati diri bangsa dan kabupaten Mojokerto," imbuhnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved