Berita Mojokerto

DPC PDIP Kabupaten Mojokerto: Perlu Proses Panjang Mencari Bakal Cabup dan Cawabup

DPC PDIP kabupaten Mojokerto melakukan penjaringan, penyaringan, dan pendaftaran terhadap cabup dan cawabup untuk Pilkada 2020

DPC PDIP Kabupaten Mojokerto: Perlu Proses Panjang Mencari Bakal Cabup dan Cawabup
SURYAOnline/Febrianto Ramadani
Sejumlah anggota DPC PDIP berfoto bersama usai membuka pendaftaran Bacabup dan Bacawabup Kabupaten Mojokerto. Sabtu (7/9/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Ketua Tim Penjaringan, Penyaringan dan Pendaftaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP kabupaten Mojokerto, Sriatin mengatakan, masih memerlukan beberapa proses untuk mencari calon bupati dan calon wakil bupati Mojokerto.

"Kami melakukan penjaringan, penyaringan, dan pendaftaran terhadap calon bupati dan calon wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang," ujarnya kepada Surya.co.id, Sabtu siang (7/9/2019).

Setelah proses tersebut, lanjut Sriatin, berkas nama calon bupati dan wakil bupati akan di ajukan ke DPD dan DPP untuk disandingkan sebagai cabup dan cawabup.

Sriatin menambahkan, pendaftaran bakal cabup dan cawabup yang dibuka oleh PDIP Kabupaten Mojokerto pada (7/9/2019), harus menyiapkan beberapa persyaratan dan dokumen penting dengan jangka waktu pengurusan selama satu minggu.

"Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti surat pernyataan yang harus ditanda tangani bermaterai, formulir yang harus diisi dan dikembalikan dalam waktu tertentu. Dokumen-dokumen tersebut telah kami siapkan di DPC. Selain itu juga, mengurus surat keterangan catatan kepolisian, surat legalisir ijazah, surat keterangan di pengadilan seperti tidak punya hutang, tidak dinyatakan bangkrut dan tidak pernah dihukum," terangnya.

Terkait koalisi dengan partai politik lainnya, DPC PDIP masih menunggu jumlah perkembangan yang mendaftar sebagai cabup dan cawabup di kabupaten Mojokerto.

"Hasil pemilu tahun lalu, kami mendapatkan suara kurang dari 24 persen, jadi otomatis kami akan berkoalisi dengan partai lain," imbuhnya.

Sriatin juga mengatakan, tidak ada batasan maksimal bagi peserta ketika mendaftar sebagai cabup dan cawabup Kabupaten Mojokerto.

"Minimal, kami mengirimkan 2 bacabup dan bacawabup. Kalau kami sudah memenuhi dua pasangan sampai tanggal 10 atau 12. Akan kami ajukan langsung ke DPD kemudian DPD mengirimnya ke DPP. Setelah itu kami menunggu proses dari DPP. Seperti pendidikan kader, fit and proper test. Baru setelah itu akan keluar rekomendasi dari partai untuk didaftarkan ke KPU. Kalau belum ada pasangan akan kami perpanjang sampai waktu tertentu," terangnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP kabupaten Mojokerto, Hasim As'ari menegaskan, pendaftaran bacabup dan bacawabup membutuhkan proses yang panjang.

"Oleh karena membutuhkan penyeleksian berkas bacabup dan bacawabup yang panjang, kami buka pendaftaran lebih awal. Agar di KPU nanti tinggal mendaftar. Jadi, kami selesaikan pendaftarannya secara internal dulu," ujarnya, Sabtu (7/9/2019)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved