Berita Lumajang

Datangi Polres Lumajang, Sejumlah Warga Mengaku Jadi Korban Perdagangan Piramida

Para korban money games itu menceritakan sampai harus menjual sawah, sapi, bahkan meminjam uang ke rentenir

Datangi Polres Lumajang, Sejumlah Warga Mengaku Jadi Korban Perdagangan Piramida
surya.co.id/istimewa
Beberapa korban money game mendatangi Polres Lumajang 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Sedikitnya ada enam orang warga Kabupaten Lumajang yang menjadi korban permainan uang (money games) dalam perdagangan piramida PT Amoeba Internasional yang berafiliasi dengan PT Q-Net.

Beberapa warga yang menjadi korban mendatangi Mapolres Lumajang setelah kasus tersebut diungkap oleh Polres Lumajang.

Mengutip keterangan pihak kepolisian, para korban money games itu menceritakan sampai harus menjual sawah, sapi, bahkan meminjam uang ke rentenir supaya bisa mengantongi uang Rp 10 juta yang disetorkan kepada senior dalam rantai perdagangan piramida tersebut.

Sariono (54) warga Desa kalisemut Kecamatan Padang, Lumajang, misalnya, meminjam uang kepada rentenir supaya anaknya, Taufik (18) bisa menjadi member bisnis Q-Net.

"Saya sampai pinjem ke rentenir, Pak. Demi anak saya, karena katanya bisnis bisa membuat anak saya kaya. Sekarang saya dikejar sama rentenir, sampai sekarang ternyata anak saya juga nggak kaya," ujar Sariono kepada Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban.

Satu lagi warga Desa Kalisemut Kecamatan Padang, Zainul (19) mengaku menjual sapi milik orang tuanya agar bisa bergabung di Q-Net.

"Ya gimana Pak, saya ingin punya kerjaan. Ya terpaksa saya jual sapi milik bapak di rumah. Sekarang saya bingung, Pak. Harus gimana, uang saya hilang," tuturnya.

Sementara Deni (19) warga Desa Tanggung Kecamatan Padang, kepada polisi, menuturkan saat berada di tempat PT Amoeba Internasional di Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, dia hanya makan nasi dan garam.

Pemuda itu nekat kabur dari pengawasan senior di perusahaan itu.

Dia menumpang truk untuk pulang ke Lumajang.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved