Breaking News:

Berita

Tujuan Kemenkominfo Sosialisasi tentang Spektrum Frekuensi ke Kampus-kampus

Kemenkominfo lewat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) melakukan monitoring terhadap penertiban frekuensi radio.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya.co.id/sri handi lestari
Direktur Jenderal (Dirjen) SDPPI Kemkominfo Ismail memberikan edukasi kepada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (5/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) melakukan monitoring terhadap penertiban frekuensi radio.

"Hal itu kami lihat sebagai peluang untuk perlunya edukasi tentang penggunaan frekuensi radio secara legal. Apalagi pelayanan untuk perizinan penggunaan frekuensi radio, saat ini sudah mudah dan cepat," kata Ismail, Direktur Jenderal (Dirjen) SDPPI Kemkominfo saat memberikan edukasi kepada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (5/9/2019).

Dalam edukasi bertema pemanfaatan spektrum frekuensi radio itu, disebutkan bila spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam yang terbatas, yang harus digunakan sesuai peruntukannya.

"Ini untuk menyampaikan arti pentingnya spektrum frekuensi radio kepada adik-adik mahasiswa. Mahasiswa adalah agen perubahan. Generasi ini lah yang nanti akan berperan penting ke depan," kata Ismail, usai membuka acara yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut.

Ismail memaparkan, spektrum frekuensi radio merupakan susunan pita frekuensi radio banyak digunakan oleh sistem-sistem penting. Misalnya, sistem untuk informasi penerbangan, informasi kebencanaan, hingga jaringan seluler yang akrab dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ismail mengungkapkan, masalah utama yang sering menjadi gangguan spektrum frekuensi radio adalah interferensi. Dimana ada oknum-oknum tertentu yang membangun sistem radio tidak legal, dan menggunakan perangkat-perangkat yang tidak tersertifikasi, sehingga mengganggu sistem lainnya.

"Dampaknya ya bisa membahayakan. Misalnya antara komunikasi pilot dengan menara kontrol itu menggunakan spektrum frekuensi radio. Kalau sistem ini terganggu membahayakan jiwa manusia," ungkap Ismail.

Demi mencegah gangguan-gangguan tersebut, Ditjen SDPPI terus melakukan edukasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan spektrum frekuensi radio. Bahkan, jika ada pengguna spektrum frekuensi radio ilegal, bisa dilakukan penindakan dengan menyegel perlengkapan sistem tidak berizin tersebut.

"Itu bisa terdeteksi. Kami punya perangkatnya untuk melakukan deteksi itu. Kami punya balai monitoring di seluruh provinsi yang memonitor 24 jam," lanjutnya.

Namun selama ini pihaknya lebih dulu mengedepankan aspek persuasif kepada pengguna spektrum frekuensi secara ilegal tersebut. Bila persuasif tidak mendapatkan respon dengan pengurusan izin, maka bisa dilakukan tindakan lebih lanjut, berupa penyegelan tersebut, hingga bisa ke ranah pidana.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved