Berita Surabaya

Saat Puluhan IKM dan Startup Berkolaborasi di Surabaya, ini Tujuannya

Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini menghadiri kegiatan Tech Link di Satu Atap Surabaya.

Saat Puluhan IKM dan Startup Berkolaborasi di Surabaya, ini Tujuannya
surya.co.id/sugiharto
Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini menghadiri kegiatan Tech Link di Satu Atap Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dibutuhkan kolaborasi dan bekerja bersama-sama agar produk Industri Kecil Menengah (IKM) di era digitalisasi ini lebih diterima pasar. Mereka yang jago produk harus bekerja sama dengan yang jago teknologi sehingga produk mereka suistainable.

Bentuk kerja sama inilah yang saat ini dikembangkan Kementerian Perindustrian. Kementerian ini memberikan porsi lebih untuk terus memperhatikan keberlangsungan IKM di era digitalisasi. Sebab IKM adalah maker atau pembuat produk dalam skala kecil.

"Kami perlu mempertemukan keduanya karena mereka bisa bekerja bersama-sama. IKM perlu start up yang jago teknologi untuk memenuhi tuntutan pasar. Untuk itu perlu forum tech link seperti ini," kata Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian, Endang Suwartini, Rabu (4/9/2019).

Kementerian Perindustrian untuk kali kedua menggelar Tech Link atau business matching antara IKM dengan startup yang digelar di Satu Atap Surabaya. Sebelumnya pertemuan yang sama digelar di Bandung pada 31 Agustus 2019.

Forum yang sama akan dilanjutkan di Semarang, Yogyakarta, Makassar, Medan, Tangerang dan Bekasi hingga 18 September 2019. Banyak hal seputar kegiatan IKM yang harus disiapkan dalam industri digital saat ini atau industri 4.0.

Disampaikan Endang bahwa pihaknya ingin meningkatkan pemahaman dan kesiapan IKM untuk melakukan transformasi digital. Era ini harus menguatkan keberadaan dan peran startup teknologi sebagai technology provider bagi IKM.

Diyakini, para startup merupakan technology provider yang dapat menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi IKM untuk dimanfaatkan. Perlu solusi di bidang manajerial, produksi, maupun pemasaran.

Saat ini terus dikembangkan Program Startup 4 Industry. Endang berharap gerakan ini dapat menjadi sebuah gerakan transformasi digital, utamanya bagi IKM dengan solusi teknologi yang disediakan.

Hal ini disambut baik oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Diakui bahwa keberadaan startup menjadi hal penting dalam akselerasi transformasi digital IKM. Dari total IKM di Jatim yang mencapai 22.000 perlu sentuhan teknologi digital.

"Saya yakin IKM banyak yang ingin punya web sendiri tapi tidak tahu caranya. Bagaimana memasarkan produk lebih masif. Atau selama ini IKM kita dipusingkan banyak barang yang raib padahal dengan mudah bisa dicegah dengan pembukuan digital," kata Wagub Emil di hadapan ratusan pelaku IKM.

Ada yang bergerak di bidang kuliner, makanan, fashion, kerajinan, dan bidang lain. Sudah bukan saatnya bekerja sendiri. Semua IKM harus diberdayakan diajak bekerja bersama startup. Komunitas harus dibangun dan perlu pemasaran yang jauh lebih menarik melalui sosmed.

Miming Meina, pelaku IKM Fashion menyambut antusias pertemuan tersebut. "Saya ingin produk hijab saya biar lebih diterima pasar. Saya ingin pemasaran tidak monoton dan upload sekenanya. Saya ingin punya web sendiri khusus produk hijab saya," kata Miming.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved