Berita Surabaya

Pedagang Kembang Tolak Disebut Biang Kemacetan, Suktikno: Penjual Nasi juga Banyak Mobil Parkir

Salah satu alasan para pedagang kembang dipindah ke Pasar Kupang lantaran dinilai sebagai biang kemacetan.

Pedagang Kembang Tolak Disebut Biang Kemacetan, Suktikno: Penjual Nasi juga Banyak Mobil Parkir
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Salah satu lapak penjual kembang di kawasan Kedungdoro, Surabaya. Mulai 13 September, para penjual kembang ini akan direlokasi ke pasar Kupang Krajan. 

SURYA.co.id | SURABAY - Salah satu alasan para pedagang kembang dipindah ke Pasar Kupang lantaran dinilai sebagai biang kemacetan.

Gerobak mereka berada di badan jalan untuk menjajakan banyak aneka bunga segar. Bunga ini untuk nyekar dan sembahyang. 

Apalagi sebenarnya para pedagang itu idealnya berada di dalam pasar. Bukan di tepi badan jalan. Namun para pedagang mengaku tak masalah dengan relokasi. Namun harus di tempat yang layak. 

 "Kalau kami disebut biang Kemacetan, bagaimana dengan warung nasi yang juga banyak mobil parkir. Jangan terus kami yang diminta pindah" kesal Sutikno.

Para pedagang mengakui bahwa rekan-rekannya bukan tidak mau dipindah. Namun, melihat tempat baru itu tidak representatif sehingga pedagang saat ini resah.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved