Berita Surabaya

Pasar Kembang Legendaris akan Habis, Direlokasi ke Pasar Kupang, Khawatir Sepi, ini Alasan Pedagang

Aktivitas pedagang kembang di Pasar Kembang Surabaya yang selama ini berjualan di tepi jalan raya Jl Kedungdoro, Jumat (6/9/2019).

Pasar Kembang Legendaris akan Habis, Direlokasi ke Pasar Kupang, Khawatir Sepi, ini Alasan Pedagang
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Salah satu lapak penjual kembang di kawasan Kedungdoro, Surabaya. Mulai 13 September, para penjual kembang ini akan direlokasi ke pasar Kupang Krajan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar Kembang yang menjadi salah satu ikonik Surabaya mencari kembang segar sesaat lagi akan lenyap. Setelah bertahun-tahun bertahan di tepi Jalan Raya Kedungdoro, sesaat lagi tak bisa ditemukan.

Belasan pedagang yang memasang gerobak mereka di tepi jalan raya itu tidak akan bisa lagi berjualan di tempat legendaris ini.

"Mulai 13 September kami diminta wajib meninggalkan Pasar Kembang Kedungdoro," kata Sutikno, pedagang kembang yang mengaku cemas dengan rencana relokasi tersebut, Jumat (6/9/2019).

Tikno bersama 12 pedagang kembang lainnya wajib meninggalkan tempat usaha mereka yang jualan sejak 30 tahunan lalu. Mereka akan direlokasi ke Pasar Kupang Krajan yang tidak jauh dari lokasi semula.

Namun, tempat baru untuk jualan kembang itu tidak berada di tepi jalan raya. Melainkan di dalam bedak Pasar Kupang. Pasar yang semula adalah untuk pasar sayur. Menurut pedagang, tempat baru itu sulit diakses. 

Sejumlah pedagang kembang yang ditemui mengaku cemas dengan rencana realisasi perpindahan Pasar Kembang dari Kedungdoro ke  Pasar Kupang.

"Di sini ramai dan mudah diakses. Lihat kami melayani warga siapa pun yang cari kembang," kata Agus, salah satu pedagang bunga yang lain. 

Biasanya banyak orang mencari kembang untuk kebutuhan ritual. Biasanya untuk sembahyang atau ziarah kubur. Cukup parkir di tepian jalan tanpa harus masuk ke pasar sudah bisa mendapatkan bunga yang diinginkan.

 "Di sini sudah terkenal. Rp 30 ribu sudah dapat banyak kembang untuk sembahyang. Kami beli kembang sedap malam," kata Yuniar, salah satu pembeli yang diantar suaminya di bedak PKL.

Namun para pembeli dan pelanggan kembang mulai Minggu depan tdak lagi menemukan pedagang kesayangan mereka di Kedungdoro. Para pedagang kembang sudah dipertemukan dengan pihak kelurahan dan kecamatan. 

Para pedagang akan direlokasi dengan alasan keberadaan para pedagang kembang itu mengganggu ketertiban umum. Sebab banyak mobil parkir saat membeli kembang sehingga dinilai bikin macet. 

Pertemuan dengan pihak kecamatan dan kelurahan itu sudh berlangsung Minggu lalu. Mereka wajib tinggalkan  di tepian jalan Pasar Kembang karena dinilai biang kemacetan. Apalagi sejak pagi hingga malam pedagang itu jualan di tepi jalan.

Pedagang mengakui bahwa PKL kembang itu buka mulai pukul 14.00 hingga pukul 06.00. Selama jualan di tepian, saban hari mereka tidak mati dari penghasilan Rp 300 ribu. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved