Berita Nganjuk

Lihat Handphone Mahal Tertinggal di Motor, Dua Pencuri di Ngajuk Langsung Beraksi, begini Akibatnya

Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menjelaskan, aksi pencurian handphone oleh dua tersangka terjadi di warung di Jalan Raya Loceret.

Lihat Handphone Mahal Tertinggal di Motor, Dua Pencuri di Ngajuk Langsung Beraksi, begini Akibatnya
surya.co.id/ahmad amru muiz
Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menunjukkan barang bukti pencurian berupa handphone dan tersangka. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Berkomplot mencuri Handphone, Widada (43) warga Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk dijebloskan ke bui Polres Nganjuk. Ini setelah Widada menjadi tersangka pencurian Handphone bersama Suroso (30) warga asal Garut Jawa Barat (DPO) milik korban Ynr (15) warga Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menjelaskan, aksi pencurian handphone yang dilakukan dua tersangka terjadi di salah satu warung di Jalan Raya Loceret.

"Saat itu korban bermaksud membeli camilan di salah satu warung pinggir jalan dan menaruh handphone di dashbord sepeda motornya," kata Dewa Nyoman, Kamis (5/9/2019).

Saat bersamaan, menurut Dewa Nyoman, tersangka Suroso melihat handphone yang ditinggal di motor. Hal itupun diberitahukan pada tersangka Widada.

"Tanpa pikir panjang, tersangka langsung menvambil handphone tersebut dan kabur," ucap Dewa Nyoman.

Korban yang keluar dari warung, dikatakan Dewa Nyoman, tidak mendapati handphone yang dibelinya seharga Rp 8,8 juta langsung bingung dan panik. Selanjutnya korban melapor ke Polisi.

"Menerima laporan jajaran resmob langsung melakukan penyelidikan," ucap Dewa Nyoman.

Hingga akhirnya, ungkap Dewa Nyoman, pencuri handphone dapat diketahui jajaran Resmob. Ini setelah tersangka menjual handphone di Medsos dan dibeli oleh seseorang seharga sekitar Rp 2,9 juta dan dibawa ke luar kota.

Namun setelah mengetahui kalau handphone itu hasil curian langsung di serahkan ke Resmob Polres Nganjuk. Dari situlah dapat diungkap penjual handphone yang ternyata tersangka pencurian.

"Tersangka dan barang bukti itu langsung kami amankan. Tapi satu tersangka menjadi DPO. Dan tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara," tutur Dewa Nyoman.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved