Berita Surabaya

Gadai SK DPRD Bernilai Fantastis, Pengamat: Kabar Buruk Bagi Masyarakat

Jika persoalan pribadi saja belum terselesaikan, bagaimana anggota legislatif dapat menjadi wakil rakyat yang memperjuangkan suara rakyat.

Gadai SK DPRD Bernilai Fantastis, Pengamat: Kabar Buruk Bagi Masyarakat
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Pemerhati politik sekaligus akademisi Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat politik turut mengomentari isu SK pengangkatan dewan yang bernilai fantastis jika digadaikan ke bank.

Sebelumnya diberitakan, setiap anggota legislatif di DPRD Provinsi Jatim bisa mengajukan pinjaman maksimal sampai Rp 1,8 miliar dengan cara 'menyekolahkan' SK pengangkatannya.

Tanggapi Negatif Soal Wakil Rakyat yang Ramai Gadaikan SK ke Bank, Pengamat: Kurang Patut

Ramai-ramai Gadaikan SK Anggota DPRD, Ternyata Tujuannya untuk Ini, Berikut Kata Eks Aleg Surabaya

Pengamat politik dan peneliti SSC, Surokim Abdussalam mengatakan, jika hal itu dilakukan oleh legislator merupakan kabar buruk bagi masyarakat.

"Jadi menggadaikan SK itu, sungguh dagelan yang tidak lucu dan menggelikan," kata Surokim, Jumat (6/9/2019).

Menurut Surokim, menjadi anggota legislatif harusnya sudah tidak terjadi persoalan keuangan secara pribadi.

Sebab, lanjut Surokim, ia khawatir jika persoalan pribadi saja belum terselesaikan, bagaimana anggota legislatif dapat menjadi wakil rakyat yang memperjuangkan suara rakyat.

Apalagi, jika benar banyak anggota dewan yang akan berebut antri menggadaikan SK, tentunya publik akan semakin menaruh kecurigaan kepada anggota dewan untuk mencari penghasilan tambahan di luar gaji pokok mereka.

"Dan itu kian mendorong mereka berorientasi materi," tambahnya.

Surokim menambahkan, ia tak memungkiri jika ongkos politik selama masa kampanye pada Pileg lalu memang tidaklah murah. Namun, hal itu, sudah harus diperhitungkan sejak awal sebelum memutuskan menjadi anggota legislatif.

"Sejauh ini parlemen dan Parpol termasuk di dalamnya juga DPRD masih menjadi lembaga yang belum bisa dipercaya publik," terangnya.

Menurut Surokim, harusnya parlemen di era ini harus memperlihatkan integritasnya di depan publik dan menjadi inspirator penggerak kemajuan bagi publik. Hanya dengan begitu, trust publik kepada legislatif kembali tinggi.

"Potret mengadaikan SK itu tentu bukan modal sebagai inspirator, tetapi potret kesedihan untuk tidak mengatakan kebangetan sebagai kreditor," tutup Surokim Abdussalam.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved