Berita Ekonomi Bisnis

Warga Surabaya Berinvestasi Properti di Luar Negeri Cukup Besar, ini Beberapa Alasanya

Orang Surabaya yang banyak menjadi crazy rich Surabayan ternyata cukup besar saat digelar pameran properti produk di luar negeri.

Warga Surabaya Berinvestasi Properti di Luar Negeri Cukup Besar, ini Beberapa Alasanya
surya.co.id/sugiharto
Principle Ray White HR Muhammad, Bambang Budiono (kanan) dan Principle Galaxy Sumatera, Henry Nugroho mengamati foto perumahan yang ada di Spanyol pada pameran World Property Insight 2019 di Pakuwon, Kamis (5/9/2019). Pameran diikuti sejumlah developer dalam dan luar negeri ini menawarkan berbagai kemudahan memiliki properti. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Orang Surabaya yang banyak menjadi crazy rich Surabayan ternyata cukup besar saat digelar pameran properti produk di luar negeri. Tak sedikit orang Surabaya yang belanja properti di luar negeri untuk berbagai alasan.

Hal itu dibenarkan dua agen properti, Bambang Budiono principle Ray White HR Muhammad dan Henry Nugroho , principle Galaxy Sumatera, yang bekerjasama menggelar pameran World Property Insight 2019 di Pakuwon Mall mulai Kamis (5/9/2019).

"Pameran produk properti luar negeri sudah kami lakukan rutin dan ini merupakan tahun ketiga. Respon konsumen dari Surabaya selalu positif dan ini yang membuat kami terus berkomitmen menggelar pameran ini," kata Henry.

Pameran properti luar negeri kali ini diikuti properti dari Australia dan Spanyol. Dari Australia, berupa produk properti di tiga kota, yaitu Pert, Melbourne dan Sidney. Sedangkan Spanyol ada di Madrid dan Barcelona.

"Biasanya kami juga menggandeng produk properti dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan lainnya. Tapi karena keterbatasan tempat, pameran kali ini hanya dari dua negara. Tapi juga ada produk properti yang sangat diminati asing untuk kawasan di Canggu, Bali dan Gili Trawangan, di Nusa Tenggara Barat," ungkap Bambang.

Diakui keduanya, orang Surabaya cukup besar dalam belanja properti di luar negeri. Alasannya, pertama karena devisiasi aset. Apalagi saat ini, tidak sulit belanja produk properti di negara asing.

"Setelah mereka punya rumah di Indonesia, di beberapa kota, selanjutnya tentu adalah investasi di luar negeri," jelas Henry.

Kedua, kemudahan dalam memiliki produk properti di luar negeri dengan suku bunga kredit KPR yang rendah. Seperti Australia yang berkisar antara 9-10 persen per tahun.

Ketiga, banyak alasan bagi warga Surabaya yang menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, sehingga membutuhkan properti di negara tersebut.
Keempat, rencana menghabiskan waktu tua di negara tersebut. Sehingga investasi properti sejak dini mulai dilakukan.

Dalam menggelar pameran produk luar negeri, dalam penyelenggaraan terakhir, keduanya berhasil membukukan transaksi sebanyak 20 unit rumah dengan range harga mulai Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.

"Sementara target kami dalam pameran yang berlangsung hingga 8 September besok adalah 30 unit dengan kisaran harga yang sama," tambah Bambang.
Properti yang dibeli warga Surabaya keluar negeri antara lain rumah tapak, unit apartemen dan ruko (rumah toko).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved