Berita Bojonegoro

Musim Kemarau Panjang, 17 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Terdampak Kekeringan

Musim kemarau panjang masih berlangsung hingga kini, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Musim Kemarau Panjang, 17 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Terdampak Kekeringan
surya.co.id/m sudarsono
Petugas BPBD Kabupaten Bojonegoro mengirimkan air ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, Kamis (5/9/2019) 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Musim kemarau panjang masih berlangsung hingga kini, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Dampaknya puluhan desa di belasan kecamatan terdampak kekeringan.

Data yang dihimpun dari Badan Penganggulan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, ada 37 desa di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghoni mengatakan, kekeringan terjadi di Desa Pejok, Kec Kepohbaru. Desa Ngeper, Kecamatan Padangan. Desa Kedungsari, Bakulan, Pandantoyo, Kecamatan Temayang. Desa Bareng, Siwalan, Panunggalan, Jatitengah dan Panemon, Kecamatan Sugihwaras.

Lalu ada Desa Gamongan, Malingmati, Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo. Desa Sugihwaras, Luwihaji dan Nganti, Kecamatan Ngraho. Desa Sukowati dan Sambiroto, Kecamatan Kapas.

Kemudian ada Desa Pelem, Donan, Kecamatan Purwosari. Desa Tlogohaji, Sumberherjo, Kayu Lemah dan Teleng, Kecamatan Sumberejo. Desa Kasiman dan Sambeng, Kecamatan Kasiman. Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu.

Berikutnya Desa Kolong, Ngasem, Butoh, Bareng dan Jampet, Kecamatan Ngasem. Desa Ketileng, Kecamatan Malo. Desa Sengon Kecamatan Ngambon. Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, dan Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem.

"Ada 37 desa di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini," Ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Ditambahkannya, dengan adanya kemarau panjang tersebut, maka pihaknya terus mengintensifkan pengiriman atau dropping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Data terakhir BPBD sudah mengirim 340 rit tangki air bersih, dan sampai sekarang juga masih dilaksanakan dropping air.

"Ya kita dropping air karena masih berlangsung kemarau, kita upayakan semaksimal mungkin untuk memberikan air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved