Dua Perempuan Muda Kembangkan Jaringan Kedai Kopi "Coffe to Go" Diskuupi

”Misi kami membawa kopi berkualitas tinggi dari petani lokal di Bondowoso, Banyuwangi, Pasuruan untuk konsumen," ujar Wardah.

Dua Perempuan Muda Kembangkan Jaringan Kedai Kopi
ist
Wardah Nafisah dan Puteri Yulanda, dua perempuan yang membuka usaha kopi berkonsep "cofee to go" dengan nama Diskuupi di kawasan Nginden Semolo, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren kedai kopi dengan konsep "coffe to go", menginspirasi dua perempuan muda, Wardah Nafisah dan Puteri Yulanda untuk membuka usaha serupa. Dengan nama Diskuupi, keduanya juga ingin mendobrak dominasi laki-laki yang berbisnis di sektor ini.

”Bisnis kopi selama ini kan seolah-olah hanya didominasi cowok-cowok. Karena pada dasarnya kami suka kopi, lalu terpikir kenapa enggak sekalian ini dijadikan bisnis. Maka lahirlah Diskuupi,” kata Wardah Nafisah, Founder dan CEO Diskuupi, Kamis (5/9/2019).

Saat ini, Diskuupi hadir di tiga titik di Surabaya. Yaitu kawasan Nginden Semolo, Tenggilis, dan Dharmawangsa. Titik pertama telah beroperasi di Nginden Semolo.

”Dua titik lainnya kami buka pekan depan. Sekarang proses finalisasi,” ujar Wardah.

Dalam waktu dekat, Diskuupi juga bakal ekspansi ke sejumlah daerah lain, seperti Jakarta, Pasuruan, Madiun, Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Bandung, Malang, dan Bali.

”Kami targetkan hingga akhir tahun ini 10 gerai dibuka. Tahun depan bisa tambah lagi 30 gerai. Diskuupi mengincar segmen anak-anak muda dengan harga yang affordable. Semuanya kami lakukan by research. Mulai nama, menu, sampai harga, kami riset ke target pasar,” ungkap Wardah.

Wardah optimistis, Diskuupi menuai respons positif dari pasar. Apalagi, pasar penggemar kopi di tanah air punya ruang besar untuk bertumbuh. Saat ini, konsumsi kopi per kapita di Indonesia masih rendah, hanya berkisar 1,5 kilogram per kapita/tahun. Sedangkan di negara lain seperti Jepang sudah 5 kilogram dan bahkan Filandia sebesar 12 kilogram per kapita/tahun.

”Padahal Indonesia termasuk negara produsen kopi terbesar dunia. Ada ruang pertumbuhan bisnis kopi yang masih sangat besar,” jelas Wardah.

Untuk memikat pasar, Diskuupi menghadirkan menu kopi orisinal dan berbagai variannya, seperti perpaduan kopi susu cokelat, kopi susu pisang, kopi susu kelapa, dan kopi susu matcha.

Wardah menjelaskan, konsep bisnis Diskuupi adalah kewirausahaan sosial. Ada misi sosial yang diusung seperti pemberdayaan petani dan menyebar valuepositif ke anak-anak muda.

Halaman
12
Tags
minum kopi
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved