Berita Jember

Dua Bacarek Unej Tidak Hadiri Pengundian Nomor Urut. Salah Satunya Capim KPK

Nama Nurul Ghufron mencuat beberapa waktu terakhir di media, karena dekan Fakultas Hukum Unej ini tercantum dalam nama 10 besar Capim KPK

Dua Bacarek Unej Tidak Hadiri Pengundian Nomor Urut. Salah Satunya Capim KPK
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bacarek Unej berfoto bersama panitia penjaringan dan penyaringan bacarek 

Surya.co.id, Jember - Dua orang bakal calon rektor (Bacarek) Universitas Jember tidak menghadiri pengundian nomor urut Bacarek Unej yang digelar di gedung Rektorat Unej, Kamis (5/9/2019).

Kedua orang yang tidak hadir adalah Nurul Ghufron, dan Kahar Muzakhar.

Karenanya hanya delapan orang yang mengikuti pengundian nomor urut Bacarek tersebut. Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Unej, Moh Ali, ketidakhadiran Bacarek dalam pengundian nomor urut tersebut tidak masalah.

"Tidak apa-apa, boleh saja. Yang tidak hadir mengirim perwakilan. Beliau yang tidak hadir sudah memberitahu panitia, jika memang akan ada acara jauh hari sebelum agenda ini. Tidak akan mempengaruhi apapun," ujar Ali kepada Surya, usai pengundian nomor urut Bacarek Unej, Kamis (5/9/2019).

Berdasarkan keterangan mereka, lanjut Ali, Kahar sedang melakukan tugas ke Aceh, dan Ghufron sedang ada kegiatan di Jakarta. Dari informasi yang dihimpun Surya, Kahar melakukan penelitian di Aceh, dan Ghufron mengisi seminar di Jakarta. Nama Nurul Ghufron mencuat beberapa waktu terakhir di media, karena dekan Fakultas Hukum Unej ini tercantum dalam nama 10 besar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ali menambahkan, nomor urut Bacarek ini digunakan dalam presentasi visi dan misi pada 1 Oktober nanti. Penyampaian visi dan misi digelar secara terbuka. "Selain untuk nomor urut penyampaian visi dan misi, nomor urut juga untuk memudahkan senat Universitas memilih untuk penentuan calon rektor. Karena dari 10 nama ini akan dipilih tiga nama calon rektor oleh senat," pungkas Ali.

Secara berurutan, nomor urut Bacarek dari nomor urut 1 - 10 adalah Prof Bambang Kuswandi (Fakultas Farmasi), Prof Dafik(FKIP), Dr Djoko Poernomo (FISIP), Dr Nurul Ghufron (FH), Dr Agus Luthfi (FEB), Dr Kahar Muzakhar (FMIPA), Zulfikar PhD (FMIPA), Dr Iwan Taruna (FTP), Prof Bambang Sujanarko (FT) dan Dr I Dewa Ayu Susilowati (FKG).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved