Pemprov Jatim

135 Desa Digerojok Bantuan Rp 14,3 Miliar, Khofifah Berharap Pembangunan Desa Terintegrasi

Total ada sebanyak 135 desa di Jawa Timur yang mendapatkan interfensi dari Pemprov di tahap kedua tahun 2019 dengan anggaran Rp 14,3 miliar.

135 Desa Digerojok Bantuan Rp 14,3 Miliar, Khofifah Berharap Pembangunan Desa Terintegrasi
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan keuangan untuk 135 desa di Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).  

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan keuangan untuk 135 desa di Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Total ada sebanyak 135 desa di Jawa Timur yang mendapatkan interfensi dari Pemprov di tahap kedua tahun 2019 dengan anggaran Rp 14,3 miliar.

Bantuan keuangan itu diserahkan untuk Kabupaten Bangkalan sebanyak 1 desa dengan alokasi Rp 200 juta, Kabupaten Kedisi sebanyak 1 desa dengan alokasi Rp 500 juta, Kabuapaten Bojonegoro sebanyak 58 desa dengan alokasi Rp 4,30 miliar dan Kabupaten Trenggalek 1 desa dengan alokasi Rp 100 juta.

Kemudian Kabupaten Jombang sebanyak 17 desa alokasi Rp 1,7 miliar, Kabupaten Magetan sebanyak 7 desa dengan alokasi Rp 700 juta, Kabupaten Mojokerto sebanyak 6 desa dengan alokasi Rp 400 juta, serta Kabupaten Pasuruan sebanyak 32 dengan alokasi Rp 4,9 miliar.

Selain itu juga Kabupaten Tuban 6 desa dengan alokasi Rp 800 juta, dan Kabupaten Tulungagung sebanyak 6 desa dengan alokasi Rp 1 miliar.

Ia berpesan agar dana bantuan keuangan desa yang diberikan Pemprov dimanfaatkan dengan terintegrasi dengan pembangunan desa yang berasal dari dana desa pemerintah pusat maupun dari pemerintah kabupaten.

"Saya berarapkan dana ini nggak sepyur-sepyur jadi saya ingin desa memanfaatkan dana ini dengan terintegrasi dengan dana desa yang pusat dan daerah," kata Khofifah.

Terutama berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang dikeluarkan data Kementerian Desa di Jawa Timur ada sebajyak 361 desa yang masih tertinggal. Khofifah menarget di 2020 desa tertinggal di Jawa Timur terentaskan seluruhnya.

"Akan ada 36 kampus yang akan kita gandeng menjadi bapak desa yang tugasnya mendampingi desa di Jawa Timur," kata Khofifah. Desa tertinggal di tahun depan akan digenjot menjadi desa yang maju dan mandiri.

Ia menyontohkan 183 desa di Banyuwangi yang kini sudah maju dan mandiri. Desa yang disebutkan Khofifah cocok menjad role model karena sudah terkoneksi dengan fiber optik. Desa di Banyuwangi menjadi bagian dari 100 kota di Indonesia yang mendapatkan interfensi dari Kementerian Kominfo.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Indah Wahyuni mengatakan pencairan dana bantuan keuangan ini merupakan pencairan tahap kedua.

"Bantuan keuangan Desa 2019 ada sebanyak 247 calon penerima dari dari 23 kabupaten dengan total anggaran Rp 45,6 miliar," kata Indah.

Wanita yang akrab disapa Yuyun ini menerangkan bahwa proses pencairan dana bantuan keuangan desa ini dilakukan usai melakukan rangkaian verifikasi data desa, tinjau lapangan, pencairan tahapan pelaksanaan dan evaluasi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved