Sambang Kampung Krembangan Bhakti

Warga Krembangan Bhakti Sinergi dengan Pemkot Swadaya Bongkar Bangunan Liar di Atas Saluran

Warga kampung Krembangan Bhakti RT 11 RW 2 bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka mewujudkan kampung mereka bebas dari banjir.

Warga Krembangan Bhakti Sinergi dengan Pemkot Swadaya Bongkar Bangunan Liar di Atas Saluran
surya.co.id/fatimatuz zahro
Ketua RT 11 Eni Mardiani dan warga menunjukkan sluran yang sudah didalamkan setelah warga swadaya membongkar bangunan di atas saluran, Rabu (4/9/2019). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Warga kampung Krembangan Bhakti RT 11 RW 2 bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka mewujudkan kampung mereka bebas dari banjir.

Pada momen jelang lebaran lalu, usai kampungnya tergenang banjir yang cukup parah, warga kampung Krembangan Bhakti melaporkan pada Pemkot dan mengeluhkan kondisi kampung.

Namun, sebagai jawaban Pemkot Surabaya dari keluhan tersebut mereka dibuat sadar bahwa yang membuat kampung mereka banjir adalah banyaknya bangunan rumah warga yang dibuat di atas saluran air. Hal tersebut menjadi penyumbat aliran air dan juga menghalangi proses pembersihan saluran.

Setuju dengan kondisi tersebut membuat dampak negatif pada warga di seluruh kampung, maka warga Krembangan Bhakti sepakat Pemkot Surabaya dan memutuskan untuk berbenah. Secara swadaya warga Krembangan Bhakti membongkar sendiri bangunan rumah warganya yang berdiri di atas saluran.

"Ada sebanyak 48 ruamh yang sebagian rumahnya ada di kampung kami. Mereka lalu membongkar rumahnya karena berada di atas saluran. Pembongkaran itu dilakukan atas saran dari Pemkot Surabaya khususnya dari Bappeko Surabaya," kata Eni Mardiana, Ketua RT 11 RW 2 Krembangan

Dikatakan Eni, tim dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya pun berkomitmen melakukan apa yang menjadi kesepakatan dengan warga. Usai dilakukan pembongkaran bangunan di atas saluran secara swadaya, tim pematusan datang ke kampung Krembangan Bhakti dan melakukan pengerukan saluran.

Saluran di kampung RT 11 RW 2 dilebarkan dan didalamkan hingga dua meter. Solusi ini membuat kampung mereka tidak lagi banjir dan terbebas dari kekhawatiran akan adanya genangan masuk ke kampung. Terlebih saat ini akan memasuki musim hujan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

"Kalau genangannya tidak lama. Kisaran jam karena antri mengalir ke saluran yang lebih besar. Tapi saat sebelum lebaran kemarin memang tingginya lumayan dan sumpek apalagi mau lebaran kan," kata Eni Mardiana.

Kini, selain sudah tidak banjir, pagar di pinggir saluran kampung yang padat penduduk juga diberikan pemagaran. Pagar dari jerusi teralis ringan dipasang memagari saluran yang sudah didalamkan dan dilebarkan.

Namun yang disayangkan oleh Eni Mardiana tidak sepanjang saluran dipasangi pagar. Pagar tersebut hanya dipasang di depan rumah yang sebelumnya tidak ada aktivitas pembongkaran. Sedangkan di depan rumah yang sudah dibongkar tidak diberikan pagar.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved