Berita Pamekasan Madura

Petani dan Bandul Tembakau di Pamekasan Madura Wadul Dewan terkait Persoalan ini 

Sejumlah petani dan bandul tembakau, yagn tergabung dalam Paguyuban Petani dan Bandul Tembakau Madura (PPBTM), mendatangi DPRD Pamekasan.

Petani dan Bandul Tembakau di Pamekasan Madura Wadul Dewan terkait Persoalan ini 
surya.co.id/muchsin
DIANGKUT – Tembakau yang sudah dipetik, diangkut oleh emak-emak, dari ladang tembakau, untuk dirajang dan dijemur. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Sejumlah petani dan bandul tembakau, yagn tergabung dalam Paguyuban Petani dan Bandul Tembakau Madura (PPBTM), mendatangi DPRD Pamekasan terkait kemelut tembakau, yang dialami mereka, Rabu (4/9/2019).

Kedatangan mereka itu diterima beberapa anggota dewan lintas fraksi, dipimpin Harun Suyitno, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bambang Edy Suprapto dan didahiri Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan, Samukrah.

Namun, ketika mereka (petani dan bandul.Red) di ruang komisi, wartawan tidak diperbolehkan masuk, karena saat mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, berlangsung tertutup selama tiga jam, mulai pukul 10.30, sehingga beberapa wartawan terpaksa menunggu di luar.

Seusai pertemuan, Ketua PPBTM, Muhammad Munir, kepada Tribunjatim.com (grup surya.co.id) mengatakan, kedatangan mereka ke dewan untuk melaporkan adanya maraknya tembakau Jawa yang masuk ke Madura. Bahkan, mereka menemukan gudang perwakilan pembelian rokok terkenal, yang ada di Pamekasan membeli tembakau Jawa, yang sengaja tembakau itu didatangkan dari Jawa.

Menurut Munir, masuknya tembakau Jawa ini jelas mempengaruhi harga dan kualitas tembakau Madura. Sebab harga tembakau Jawa itu murah, sehingga harga tembakau Madura menjadi korban, karena harganya juga murah.

“Kami menemukan sendiri tembakau Jawa itu didatangkan pihak gudang. Kami punya buktinya dan sudah kami berikan kepada dewan dan disperindag,” kata Munir.

Diakui, dengan ditemukannya pihak gudang pembelian tembakau di Pameklasan sengaja mendatangkan tembakau Jawa, tidak menuutupkemungkinan beberapa gudang lain, juga terindikasi membeli tembakau Jawa. Padahal, jika pihak gudang membeli tembakau Jawa, merupakan pelanggaran, karena sudah diatur dalam perda tembakau.

Dikatakan, jika sekarang pemerintah menentukan break event point (BEP) harga tembakau menjadi tiga kategore. Yakni kategore tembakau sawah Rp 32.000 per kg, tembakau tegal Rp 40.000 per kg dan tembakau gunung Rp 55.000 per kg. Namun BEP ini masih jauh dari harapan petani dan dianggap terlalu rendah.

Alasannya, cuaca saat ini untuk tanamana tembakau mendukung, sehingga kuliatas tembakua ikut terdongkrak bagus. Tetapi sayangnya, harganya jatuh, tidak sesuai dengan kualitas tembakau yang saat ini baik.

“Seharunya harga tembakau Madura, khususnya di pegunungan paling tidak di atas Rp 70.000 per kg. Seperti di Jawa Tengah, harga tembakaunya di atas Rp 150.000 per kg. Malah yang terjadi di lapangan harganya, antara Rp 30.000 per kg hingga Rp 52.000 per kg,” kata Munir.

Sedang anggota DPRD Pamekasan, Harus Suyitno yang dimintai tanggapannya, akan sidak ke sejumlah gudang termasuk ke gudang pembelian tembakau, yang sengaja membeli tembakau Jawa. Sebab tindakan itu keliru dan memproses sesuai aturan yang berlaku, agar pihak gudang ditingak.

Diungkapkan, untuk menaikkan harga tembakau, pihaknya akan mengundang pemangku kebijakan dan perwakilan petani, sehingga bisa dicari solusinya.

“Kalau pihak gudang itu terbukti sengaja mendatangkan tembakau Jawa, nanti kami rekomendasikan agar izin pembelian gudang itu dicabut,” papar Harun.

Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, mengaku sampai sekarang belum mengetahui adanya gudang yang membeli tembakau Jawa. Karena itu, jika mereka menemukan gudang membeli tembakau Jawa,

Disarankan melaporkan langsung ke Satpol PP, biar Satpol PP bertindak cepat. Sebab dalam hal ini, pihaknya tidak punya wewenang.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved