Berita Sidoarjo

Pemohon Paspor Diduga Dapat Intimidasi dari Oknum Pegawai Imigrasi, 'Kamu Mau Dijual dan Dimutilasi'

Pemohon paspor diduga mendapat intimidasi oknum pegawai Imigrasi saat mengurus paspor, sebut akan dijual dan dimutilasi

Pemohon Paspor Diduga Dapat Intimidasi dari Oknum Pegawai Imigrasi, 'Kamu Mau Dijual dan Dimutilasi'
tribunjatim.com/kukuh kurniawan
Kabid Doklan Intalkim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ramdhani (kanan), saat menerima keluhan dari pemohon paspor yang mengaku mendapat intimidasi dari oknum pegawai Imigrasi saat mengurus paspor, Rabu (4/9/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemohon paspor diduga mendapat intimidasi saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Seorang pemohon paspor, SDA, mengaku diintimidasi oleh beberapa oknum pegawai Imigrasi.

"Saya sudah melampirkan semua persyaratan dari kantor Imigrasi. Tetapi ternyata sebelum mendapat paspor, saya dibawa ke sebuah ruangan yang berisi sekitar lima orang dan diancam dengan omongan berupa ancaman oleh oknum pegawai imigrasi," kata SDA yang membuat paspor untuk pergi ke Malaysia kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), Rabu (4/9/2019).

SDA pun mencontohkan omongan yang diucapkan oleh oknum pegawai imigrasi tersebut.

"Dengan nada sedikit keras, petugas itu mengatakan 'kamu mau dijual dan kamu juga mau dimutilasi', padahal saya mengurus paspor itu baik-baik. Saya diperlakukan seperti pelaku kejahatan," ungkapnya.

Ia berharap agar pihak Imigrasi segera mengusut oknum pegawai tersebut dan memperbaiki perilaku pegawainya.

"Ini kan termasuk pelayanan publik. Kiranya jangan sampai ini terjadi kepada orang lain. Masa melayani masyarakat harus seperti itu," keluhnya.

Terpisah, Kabid Doklan Intalkim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ramdhani, langsung menanggapi keluhan pemohon paspor tersebut.

"Akan segera kami evaluasi keluhan pemohon paspor tersebut dan akan segera kami tindak oknum pegawai Imigrasi yang dimaksud jika memang melakukan kesalahan," tukas Ramdhani.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta maaf bilamana ada pelayanan keimigrasian yang dirasakan kurang memuaskan oleh masyarakat.

"Kami meminta maaf bilamana ada pelayanan keimigrasian yang dirasa kurang memuaskan. Namun pada intinya, kami selalu dan tetap memberikan dan mengedepankan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved