Berita Surabaya

Melihat Kondisi Sosial Lewat Lukisan Kontemporer Anton Subiyanto di Lobi Hotel Grand Dafam Surabaya

Pemandangan lobi Hotel Grand Dafam Surabaya dihiasi dengan lima lukisan karya Anton Subiyanto.

Melihat Kondisi Sosial Lewat Lukisan Kontemporer Anton Subiyanto di Lobi Hotel Grand Dafam Surabaya
TribunJatim.com/Hefty's Suud
Ringan dan Bebas, salah satu judul dari lima karya lukisan Anton Subiyanto yang dipamerkan di Lobi Hotel Grand Dafam Surabaya mulai hari ini, Rabu (4/9/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemandangan lobi Hotel Grand Dafam Surabaya dihiasi dengan lima lukisan karya Anton Subiyanto. Anton merupakan pelukis asal Yogyakarta yang meraih penghargaan utama dalam The UOB Painting of The Year 2014.

Dihubungi via telpon oleh TribunJatim.com (grup surya.co.id), Anton mengatakan serius dalam bidang seni lukis sejak 2007 lalu. Lingkungan sekitar dan kondisi masyarakat memang kerap dijadikannya ide dalam berkarya.

Dengan gaya lukisan kontemporer, Anton merekam dan mengabadikan persoalan masyarakat yang ditemuinya, termasuk lima karya yang dipamerkan di lobi Hotel Grand Dafam Surabaya, mulai hari ini, Rabu (4/9/2029).

Mulai Hari Ini, Lobi Hotel Grand Dafam Surabaya Dihiasi Lukisan Anton Subiyanto, Ada 5 Lukisan

"Dalam lukisan berjudul Merekam Bahagia, misalnya, itu idenya dapat dari melihat tetangga saya sendiri," ujar Anton.

Melalui lukisan tersebut, Anton mengaku ingin menyampaikan gagasan bahwa ibu rumah tangga sebenarnya memanggul beban yang sama beratnya dengan ayah.

"Tugas seorang laki-laki menafkahi keluarganya itu berat ya. Tapi, seorang ibu rumag tangga juga melakukan hal yang sama beratnya loh, bahkan bisa jadi lebih," papar Anton.

Seorang ibu, lanjutnya, punya tugas mengurus rumah, anak-anak, suami, juga hubungan keluarga dengan lingkungan sosialnya.

Di lain karya, Anton mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri dengan lukisan berjudul Ringan dan Bebas.

Melalui lukisan berukuran 150 cm x 35 cm itu, Anton ingin menyampaikan bahwa cita-cita itu bisa dicapai dengan beranggapan bahwa hal itu ringan.

"Dengan berpikiran bahwa itu ringan, kan kita jadi bisa membebaskan diri kita, supaya bisa melakukan yang terbaik. Tentu demi mencapai cita-cita atau sesuatu yang kita harapkan itu," jelas Anton.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved