Berita Gresik

Kejari Gresik Eksekusi Dukut Imam Widodo untuk Jalani Hukuman 5 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

Kejari Gresik mengeksekusi Dukut Imam Widodo untuk menjalani hukuman 5 tahun penjara atas kasus korupsi.

Kejari Gresik Eksekusi Dukut Imam Widodo untuk Jalani Hukuman 5 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi
foto: istimewa
EKSEKUSI – Pejabat Kejari Gresik menjemput terdakwa Dukut Imam Widodo (kiri) mantan pejabat Smelting akibat korupsi dana persewaan perairan laut, Rabu (4/9/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Terdakwa Dukut Imam Widodo (65), warga Jalan Triguna Tengah, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya dieksekusi tim Jaksa Kejaksaan Negeri Gresik atas putusan bersalah korupsi oleh Mahkamah Agung (MA). Terdakwa dihukum 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara.

Humas Kejaksaan Negeri Gresik Bayu Probo Sutopo mengatakan, eksekusi terhadap mantan pejabat PT Smelting atas putusan MA nomor 307K/pid.Sus/2019, tertanggal 27 Maret 2019.

Eksekusi berlangsung di rumah terdakwa di Jalan Triguna Tengah, Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya pada Selasa (3/9/2019), sekitar pukul 18.40 WIB.

Eksekusi tersebut terdakwa dikenakan hukuman selama 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

“Saat eksekusi tidak ada perlawanan. Terdakwa pasrah terhadap petugas kejaksaan yang datang menjemputnya,” kata Bayu, Kamis (4/9/2019).

Dari ekseusi tersebut, tim gabungan dari Intel dan Pidana Khusus Kejari Gresik sempat terharu, sebab terdakwa Dukut pamitan kepada istrinya sambil berpesan untuk sabar.

“Itu yang membuat kita terharu, sebab terdakwa sangat koperatif dan sebelum berangkat ke tahanan, sempat pamit kepada istrinya dan anaknya. Sambil perpesan untuk sabar menghadapi caobaan,” imbuhnya.

Dari eksekusi kasus korupsi dana perusahaan PT Smelting tersebut, terdakwa Dukut Imam Widodo, tidak sendirian.

Oknum yang terlibat yaiatu mantan Sekda Gresik Husnul Khuluk dan mantan petinggi PT Smelting Saiful Bachri.

“Kedua nama itu sudah diajukan kasasi oleh jaksa, ternyata putusan dari MA baru satu terdakwa atas nama Pak Dukut,” katanya.

Kasus tersebut berawal pada 2006, saat itu Pemkab Gresik kerjasama sewa perairan laut dengan PT Smelting. Kemudian PT Smelting telah membayar sejumlah Rp 1,376 miliar lebih pada 29 Nopember 2016. 

Kemudian menyetor lagi Rp 2,060 miliar lebih melalui rekening khusus Bank jatim ke rekening oknum pejabat Pemkab Gresik.

Pada tahun yang sama, oknum pejabat Pemkab Gresik mengeluarkan cek Nomor BC897.26 senilai Rp 1,376 miliar lebih kepada pejabat PT Smelting Saiful Bachri dan diberikan kepada terdakwa Dukut Imam Widodo.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved