Berita Surabaya

Institut Teknologi Telkom Surabaya Siapkan Studi Untuk Membangun Satelit Bawah Laut

Nantinya dengan hasil studi itu diharapkan bisa menjadi nilai lebih dari teknologi komunikasi yang bisa memberi manfaat besar di bidang maritim.

Institut Teknologi Telkom Surabaya Siapkan Studi Untuk Membangun Satelit Bawah Laut
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Dari kiri, Wakil Rektor II IT Telkom Surabaya Tri Agus Djoko Kuntoro, Mahendrawati (logistik) dan Endoyono (transportasi) pada Industrial Gathering IT Telkom di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Rabu (4/8/2019). Selain tema membangun Sumber Daya Manusia yang unggul di Sektor Maritim, Transportasi dan Logistik terkait Teknologi 4.0, juga membahas tenang pendirian satelit bawah laut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya menggelar gathering industrial yang diisi dengan seminar bertema bertema Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul di Sektor Maritim, Transportasi dan Logistik terkait dengan Teknologi 4.0, Rabu (4/9/2019).

Di sela kegiatan itu, Wakil Rektor IT Telkom Surabaya, Tri Agus Djoko Kuntjoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang proses untuk melakukan studi tentang pendirian satelit di bawah dalam laut.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendorong peningkatan teknologi di sektor maritim, transportasi dan logistik. Pengerjaan studi ini kami lakukan bekerjasama dengan Kodiklatal (Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut)," kata Tri Agus.

Nantinya dengan hasil studi itu diharapkan bisa menjadi nilai lebih dari teknologi komunikasi yang bisa memberi manfaat besar di bidang maritim. Kemudian berlanjut ke sektor transportasi dan logistik.

Saat ini pemerintah sedang giat membangun infrastruktur untuk mendukung sektor maritim, transportasi dan logistik. Infrastruktur berupa pelabuhan dan teknologi yang bisa mendukung transportasi dan logistik, seperti pelayanan yang bisa diakses melalui internet, lebih banyak memanfaatkan satelit yang mengorbit di luar angkasa.

Keberadaan satelit di luar angkasa memerlukan biaya yang besar dan proses yang harus ke negara lain.

"Sementara dengan satelit di bawah laut, pastinya lebih murah dan tidak perlu ke luar negeri. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan secara langsung," ungkap Tri Agus Djoko.

Satelit bawah laut ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan teknologi komunikasi di pantai maupun lepas pantai, terkait dengan keamanan dan transportasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pakar tranportasi Endoyono dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya). Endoyono menyebutkan, teknologi informasi di Indonesia cukup berkembang pesat.

"Saat ini teknologi sudah punya, proses bisnis juga sudah banyak yang memanfaatkan dan membutuhkan teknologi ini. Dan dukungan yang penting dari pemerintah adalah regulasi," tambah Endoyono.

Regulasi yang saat ini diperlukan adalah yang bisa menjaga keberlangsungan teknologi tersebut untuk tetap bisa dimanfaatkan. Salah satunya regulasi tentang kendaraan listrik.

"Presiden telah mengeluarkan Perpres tentang kendaraan listrik. Tapi masih ada regulasi yang menghambat, yaitu regulasi tentang kendaraan yang melintas di jalanan wajib lolos uji emisi. Sementara kendaraan listrik tidak perlu uji emisi, karena sudah pasti bahan bakar listrik, emisinya bukan gas buang seperti bahan bakar minyak," ungkap Endoyono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved