Breaking News:

Berita Surabaya

Cerita Melisa Sugianto & Michael Wiradinata Latihan Pentas The Red Shoes Besok, Sulit Copot Sepatu

Premiere School of Ballet menyiapkan pementasan balet The Red Shoes karya Hans Christian Andersen, di Ciputra Hall Performing Arts Centre

surya/sugiharto
Penari balet Melisa Sugianto dan Michael Wiradinata saat berlatih di Sanggar Premiere School of Ballet, Selasa (3/9/2019). Keduanya menjadi tokoh utama pada pementasan The Red Shoes karya Hans Christian Andersen di Ciputra Hall Performing Arts Centre, Kamis (5/9/2019) besok. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama tujuh bulan, Premiere School of Ballet menyiapkan pementasan balet The Red Shoes karya Hans Christian Andersen, di Ciputra Hall Performing Arts Centre, Kamis (5/9/2019) besok. Dalam pementasan tersebut, Melisa Sugianto dan Michael Wiradinata didapuk menjadi pemeran utama cerita, Melisa berperan sebagai Sherry dan Michael berperan sebagai Kevin.

Sudah belajar balet sejak TK, Michael mengatakan pementasannya kali ini ada banyak gerakan baru. Ia jadi serasa belajar kembali.

"Di pementasan ini, saya seperti melakukan gerakan yang belum pernah saya lakukan. Macam liftingnya banyak, jadi harus belajar lagi," ujar Michael saat ditemui di sela latihan, Selasa (3/9/2019) malam.

Besok, Premiere School of Ballet Surabaya Gelar Pentas Balet The Red Shoes, 100 Penari akan Tampil

Dalam pementasan tersebut, ada adegan, Kevin harus melepaskan sepatu merah yang dipakai Sherry. Menurut Michael, bagian ini juga menjadi salah satu kesulitannya.

"Awalnya sama dia cuma dicongkel aja melepasnya. Karena dia tak pernah tau sepatu balet perempuan kan, jadi mau melepasnya kayak susah gitu," imbuh Melisa menjelaskan.

Bagi melisa sendiri, gerakan yang paling sulit dalam pementasan tersebut adalah pivot en pointe atau pivot on point.

"Gerakan itu harus berputar tapi juga harus stay, itu susah. Nah setelah gerakan itu, lanjutkan ke gerakan selanjutnya juga susah. Kalau saya sama Michael tidak seimbang bisa jatuh," papar Melisa.

Untuk bisa melakukan pivot on point dengan baik, Melisa mengaku perlu waktu dua minggu.

"Tapi selama dua minggu itu kadang gagal, kadang berhasil. Tapi karena kami sering coba-coba sendiri, semakin hari, keberhasilannya semakin tinggi," ujar Melisa.

Artistic Director Premiere School of Ballet, Sylvi Panggawean, menambahkan gerakan pivot on point memang yang paling sulit dilakukan dalam pementasan tersebut.

Kuncinya, keseimbangan dari dua orang yang melakukannya.

"Itu ada pada adegan Sherry diberi hadiah oleh kekasihnya, Kevin," tukas Sylvi.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved