Berita Surabaya

So Pasti Cantik ini Ajak Masyarakat Beralih ke Kantung Plastik Ramah Lingkungan

Aktivis lingkungan dari Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan dan So Pasti (sobat pemantau sampah plastik) dalam acara diskusi.

So Pasti Cantik ini Ajak Masyarakat Beralih ke Kantung Plastik Ramah Lingkungan
surya.co.id/nuraini faiq
Aktivis lingkungan dari Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan dan So Pasti (sobat pemantau sampah plastik) saat berdiskusi, Senin (2/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aktivis lingkungan dari Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I) mengajak masyarakat beralih ke kantung plastik yang ramah lingkungan. 

 "Harus terus didorong agar produsen plastik memperbanyak bioplastik. Masyarakat harus beralih ke Plastik ramah lingkungan," kata KPPL-I Jawa Timur Oni Mahardika, Selasa (3/9/2019).

Aktivis lingkungan Jatim ini bersama Ketua KPP-I pusat Puput Tri Darma juga menggandeng Arek Institut dan Komunitas Sobat Pemantau Sampah Plastik (So Pasti) Surabaya terus memerangi peredaran sampah plastik

Mereka tak akan lelah mengajak masyarakat menghindari sampah plastik. Para aktivis dan komunitas lingkungan ini terus mengampanyekan penggunaan kantong plastik ramah lingkungan.

 "Harus terus digelorakan gerakan antisampah plastik ini. Tidak mudah memang mengubah pola hidup masyarakat yang terbiasa pakai kantung plastik," kata Puput.

Namun, bersama kelompok pecinta lingkungan Arek Institut dan So Pasti, mereka kompak terus mengedukasi masyarakat setidaknya mengurangi penggunaan kantung plastik.

"Bisa beralih ke kantung plastik ramah kingkungan. Ada kok yang warnanya putih seperti di minimarket," kata Adibah Rachman, angota So Pasti cantik yang kuliah di Pasca Sarjana UPN Jatim.

KPPL-I mengingatkan bahwa sampah plastik adalah paling sulit diurai karena perlu waktu 500 tahun. Hasil survei KPPL-I sekitar 15-20 persen sampah yang sampai di TPA adalah sampah plastik yang susah hancur ini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memiliki instrumen pendukung penggunaan kantong plastik ramah lingkungan ini berupa standar nasional Indonesia (SNI). 

Kantung plastik hitam itu adalah plastik yang paling susah diurai karena ini jenis plastik daur ulang.

"Sebaiknya gunakan kantung plastik SNI yang harganya hanya selisih 5 persen," kata Oni.

 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved