Pembunuh Koordinator Juru Parkir di Madiun Ditangkap. Pelaku Dendam Karena Sering Dibully

"Keduanya, sempat bertengkar dalam Lapas, tersangka pernah dipermalukan. Dendam itu dilampiaskan tersangka setelah keluar," kata Nasrun

Pembunuh Koordinator Juru Parkir di Madiun Ditangkap. Pelaku Dendam Karena Sering Dibully
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kapolres Madiun menggelar press release penangkapan pelaku pembunuhan koordinator jukir di Kota Madiun 

SURYA.co.id|MADIUN - Anggota Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap tiga orang yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan koordinator juru parkir di Kota Madiun, yang terjadi Minggu (1/9/2019) kemarin.

Koordinator juru parkir bernama Heru Susilo, tewas setelah sempat dirawat di RS Griya Husada. Namun, akibat luka tusukan pisau yang mengenai ulu hati tersebut, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini akhirnya tewas.

Beberapa jam pasca penusukan, pelaku pembunuhan bernama Heri Cahyono dibekuk saat hendak melarikan diri ke Kabupaten Madiun, Minggu (1/9/2019) malam. Sementara dua pelaku lain, Irwan dan Heru Prasetyo ditangkap di Kota Madiun.

Saat ditangkap, Heri Cahyono ditembak di kedua kakinya.

"Kami sudah bekuk pelaku penusukan saat hendak melarikan diri di perbatasan antara Kota Madiun dan Kabupaten Madiun. Sedangkan dua pelaku lainnya dibekuk di wilayah Kota Madiun," kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, kepada wartawan, Senin (2/9/2019) sore.

Nasrun menuturkan, dalam kasus ini Heri berperan sebagai eksekutor yang menusuk korban hingga tewas. Sementara itu, dua rekannya hanya ikut menemani ke rumah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Heri tega menusuk korban lantaran dendam pribadi yang dipendam sejak sekitar dua tahun lalu. Nasrun mengatakan, keduanya sempat menjadi tahanan di Lapas Kelas 1 Madiun, sekitar 2017 silam.

Heri mengaku kerap dipermalukan dan dibully oleh korban selama berada di dalam penjara. Hingga pada 17 Agustus 2019 lalu, pelaku yang merasa sakit hati bebas menjalani hukuman penjara, dan melakukan balas dendam pada Minggu (1/9/2019) dengan menusuk korban.

‘’Keduanya, sempat bertengkar dalam Lapas, tersangka pernah dipermalukan. Dendam itu dilampiaskan tersangka setelah keluar,’’ kata Nasrun

Namun, Nasrun enggan menjelaskan secara rinci seperti tindakan korban terhadap pelaku hingga pelaku merasa dipermalukan dan tega menghabisi nyawa korban.

Nasrun menambahkan, sebelum melakukan penusukan terhadap korban, pelaku mengonsumsi miras bersama dua rekannya. Dalam kondisi mabuk, pelaku mengajak dua rekannya mendatangi rumah korban.

‘’Dari sini unsur pembunuhan berencana sudah terpenuhi. Tersangka terbukti sudah menyiapkan alat dan merencanakan pembunuhan,’’ jelasnya.

Setiba di rumah korban, pelaku langsung menusukkan pisau yang sudah ia siapkan. Satu tusukan mengenai perut dan menembus hingga ulu hati, dan merobohkan korban di depan rumahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 KHUP dengan ancaman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun kurungan penjara.

‘’Kasus ini murni dendam pribadi antara tersangka dengan korban,’’ imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved