Berita Tulungagung

Kreativitas dan Inovasi Pemanfaatan Dana Desa di Tulungagung Dianggap Kurang Maksimal, Ini Sebabnya

Dana Desa (DD) yang disalurkan pemerintah pusat ternyata belum mampu mendongkrak ekonomi desa di Tulungagung.

Kreativitas dan Inovasi Pemanfaatan Dana Desa di Tulungagung Dianggap Kurang Maksimal, Ini Sebabnya
surya/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo melihat sebagian produk inovasi desa. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dana Desa (DD) yang disalurkan pemerintah pusat ternyata belum mampu mendongkrak ekonomi desa di Tulungagung. Sebab, selama ini DD masih fokus untuk pembangunan infrastruktur, bukan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan.

"Alokasi untuk infrastruktur mencapai 85 persen. Sisanya baru untuk kegiatan ekonomi dan pemberdayaan," kata Koordinator Pendamping Ahli Kabupaten Tulungagung, Guminto, Selasa (3/9/2019).

Penggunaan DD untuk infrastruktur memang yang paling mudah. Namun menurut Guminto, para kepala desa perlu didorong untuk membuat terobosan yang kreatif.

Ia mencontohkan penggunaan DD di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo.

Kades setempat dengan berani mengalokasikan DD untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kemudian digunakan untuk membuat kolam renang, wisata kuliner, dan pengolahan susu.

Dari kegiatan ekonomi ini, desa mempunyau penghasilan yang masuk dalam Pendapatan Desa.

Keuntungan usaha ini baru kemudian dialokasikan untuk infrastruktur.

"Kembalinya tetap ke infrastruktur. Tapi desa ini sudah punya bangunan ekonomi, ke depan tanpa DD mereka tetap bisa membangun," ungkap Guminto.

Masih menurut Guminto, setiap bentuk kegiatan ekonomi desa harus lewat BUMDes.

Payung hukum sudah mengatur pengertaan modal dari DD ke BUMDes.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved