Berita Malang

Kawasan Ekonomi Khusus Singasari segera Diresmikan, Satu-satunya yang Bercluster Digital IT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur meneken MoU dengan Universitas Islam Malang untuk penyiapan dan penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singasari.

Kawasan Ekonomi Khusus Singasari segera Diresmikan, Satu-satunya yang Bercluster Digital IT
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga Rektor Unisma Prof Dr Masykuri, kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Unisma, Senin (2/9/2019). 

SURYA.CO.ID | MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meneken MoU dengan Universitas Islam Malang (Unisma) untuk penyiapan dan penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singasari, Senin (2/9/2019).

Dihadiri langsung oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga Rektor Unisma Prof Dr Masykuri, MoU itu dilakukan di hadapan ribuan mahasiswa baru Unisma.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa persetujuan pendirian KEK Singasari sudah disetujui oleh Menteri Perindustrian. Dan dalam waktu dekat KEK Singasari akan segera diresmikan oleh Presiden Joko Widodo RI.

"KEK Singasari akan segera diresmikan Presiden. Ini akan KEK pertama yang memiliki cluster digital IT," kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan mulanya KEK di Jawa sudah tidak boleh didirikan lagi kecuali kawasan industri.

Akan tetapi Khofifah lalu berkomunikasi dengan Menteri Perindustrian dan membawa data kondisi pertumbuhan start up di Malang.

Khofifah mengatakan bahwa Malang menjadi daerah yang paling banyak pelaku start up. Berdasarkan data dari Be Kraf, di Jawa Timur ada sebanyak 57 pelaku start up pelaku start up.

Dan itu menjadi menjadi daerah terbanyak yang memiliki pelaku start up. Bahkan lebih banyak dari Kota Surabaya yang jumlah pelaku start up nya yaitu sebanyak 49 start up.

"Alhamdulilllah menperin dua hari lalu menyamlaikan bahwa izinnya sudah keluar untuk KEK Singasari karena cluster digital IT dan wisata," ucap Khofifah.

Pasalnya digital IT menjadi kebutuhan Indonesia. Dan tengah serius digarap pemerintah untuk mewjudkan Indonesia dengan perekmbanga revoluasi industri 4.0.

Namun untuk kapan peresmian KEK Singasari ini, disampaikan Khofifah tinggal menunggu jadwal kedatangan Presiden RI Joko Widodo untuk datang ke Malang melakukan peresmian.

"Mudah-mudahan pak Presiden bisa datang ke Malang dan melakukan peresmian," tegas Khofifah.

Lebih lanjut ia meminta agar perguruan tinggi Unisma bisa mengawal betul KEK Singasari sebagai tindaklanjut MOU hari ini. Ia ingin agar hasil penelitian, pendidikan dan pengabdian dari tri dharma perguruan tinggi bisa menjadi bagian pembangun KEK Singasari.

Sementara itu Rektor Unisma Prof Dr Masykuri mengatakan bahwa pihaknya siap mengawal KEK Singasari. Letaknya KEK Singasari bahkan menurutnya sudah pas dan ada di lokasi kampus 2 Unidma.

"KEK berdampingan kampus 2 Unisma ada lahan kita seluas 78 hektar. Kita siap mengawal KEK lengkap dengan kerjasama pengembangan pondok pesantren berbasis entrepreneur dan digital," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved