Berita Malang Raya

Kapolres Malang Kota Ingatkan Anggotanya Agar Tak Over Acting saat Menindak Pengendara Nakal

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander berpesan kepada seluruh anggotanya agar tidak overacting saat menindak pengendara ‘nakal’

Kapolres Malang Kota Ingatkan Anggotanya Agar Tak Over Acting saat Menindak Pengendara Nakal
TribunJatim.com/Mayang Essa
Foto dok : Operasi patuh Semeru 2019 di Taman Bungkul Surabaya, Selasa (3/9/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander berpesan kepada seluruh anggotanya agar tidak overacting saat menindak pengendara ‘nakal’ selama operasi Patuh Semeru 2019. 

Pesan Dony ini disampaikan untuk menanggapi video viral anggota polisi di Tangerang yang menendang pengendara motor saat melaksanakan Ops Semeru 2019.

“Tindakan dari polisi di lapangan juga harus mengutamakan kesopanan, tidak arogan dan overacting. Sehingga perbuatan anggota di lapangan dapat dipertanggung jawabkan,” tutur Dony, Selasa (3/9/2019).

Selain itu, ia juga meminta agar pelaksanaan operasi ketertiban lalu lintas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tidak membahayakan pengguna jalan. Setiap akan menyetop kendaraan kata dia, anggotanya harus memperhatikan jarak aman.

“Jadi mohon dihitung dulu jarak amannya seberapa. Supaya aman, baik pengedara maupun si polisi sendiri,” ujarnya.

Agar peristiwa polisi menendang pengendara motor di Tangerang itu tidak terjadi Malang, Dony bakal membentuk tim dokumentasi yang siap mengabadikan tindak laku pengendara saat operasi kepatuhan lalu lintas digelar. Apabila ada pengendara yang enggan stop padahal telah dicegat petugas, secepat kilat tim dokumentasi akan memotretnya.

Foto hasil tim dokumentasi tersebut nantinya akan diidentifikasi dan disinkronkan dengan data kependudukan. 

“Jadi, polisi tidak perlu lagi mengejar. Kami akan datangi rumah pengendara tersebut dan tunjukkan fotonya. Tapi jika perlu kami siapkan tim kejar ya kami siapkan juga yang disini tidak membahayakan,” ucapnya.

Mengutip Kompas.com, Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Arif, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat 30 Agustus 2019 sekitar jam 7.30 WIB di Pertigaan Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dari hasil pemeriksaan, ujar Sabilul, diketahui pengendara motor berinisial AP tidak memiliki SIM dan motor yang dikendarainya tidak dilengkapi dengan STNK. Saat akan ditilang, AP berupaya kabur dan tendangan tersebut merupakan pencegahnya. 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved