Pemprov Jatim

361 Desa di Jatim  masih Berstatus Tertinggal, begini Langkah Gubernur Khofifah

"Kalau saya usul mari kita menargetkan 2020 adalah masa graduasi kita untuk mengentaskan 361 desa tersebut dari status tertinggal."

361 Desa di Jatim  masih Berstatus Tertinggal, begini Langkah Gubernur Khofifah
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Temu Ilmiah Nasional Jawa Timur 2019 di Region Park Hotel, Malang, Selasa (3/9/2019) malam. 

SURYA.CO.ID | MALANG - Meski Provinsi Jawa Timur sudah dinyatakan bebas dari daerah tertinggal dengan naiknya status Bangkalan, Sampang, Bondowoso, Situbondo menjadi daerah tidak tertinggal, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan masih ada PR besar.

Berdasarkan Indeks Desa Membangun yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa tahun ini, ada  361 desa di Jatim yang masih berstatus tertinggal.

Terkait status tersebut, Gubernur Khofifah mengajak Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur menyediakan data penelitian yang akan menjadi GPS bagi Pemprov Jatim mengentaskan 361 desa  tersebut.

"Berdasarkan Indeks Desa Membangun, di Jatim masih ada 361 desa yang tertinggal. Memang ada 1.208 yang sudah turun. Tapi masih adaa 361 desa yang mejadi PR kita," kata Khofifah saat membuka acara Temu Ilmiah Nasional Jawa Timur 2019 yang diselenggarakan di Region Park Hotel, Malang, Selasa (3/9/2019) malam.

Di depan puluhan peneliti, akademisi dari seluruh Jawa Timur, Khofifah menegaskan agar Balitbang bisa menjadi penyedia data untuk mengatasi masalah desa tertinggal.

"Kalau saya usul mari kita menargetkan 2020 adalah masa graduasi kita untuk mengentaskan 361 desa tersebut dari status tertinggal," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan mantan Menteri Sosial ini, saat ini data penelitian yang ada belum cukup mendetail. Misalnya Jatim dalam empat tahun terakhir hanya bisa menurunkan kemiskinan kurang dari 1 persen.

Sedangkan berdasarkan rilis BPS Jatim Juli lalu dalam enam bulan terakhir angka kemiskinan bisa diturunkan sebesar 0,78 persen.

Apa yang menyebabkan penurunan kemiskinan lebih signifikan harus dijelaskan dengan data yang detail dan rigid.

Sehingga bisa dijadikan pedoman dalam melakukan langkah maksimalisasi penurunan kemiskinan di Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved