Berita Surabaya

Hari Pertama Kerja DPRD Jatim Langsung Dapat Aduan Pengemudi Ojek Online, Tuntut Bos Taksi Malaysia

Ratusan pengemudi ojek online meminta DPRD Jatim mendorong pemerintah pusat menuntut bos Big Blue Taxi Malaysia, Shamsubahrin Ismail, ke ranah hukum.

Hari Pertama Kerja DPRD Jatim Langsung Dapat Aduan Pengemudi Ojek Online, Tuntut Bos Taksi Malaysia
surya/bobby constantine koloway
Anggota DPRD Jatim, Hadi Dediyansyah (politisi Gerindra) dan Mathur Husyairi (politisi PBB), menerima perwakilan pengemudi ojek online, Senin (2/9/2019) di Gedung DPRD Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor DPRD Jatim, Senin (2/9/2019). Para pengemudi ojek online tersebut meminta anggota DPRD Jatim dapat mendorong pemerintah pusat untuk menuntut bos Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, ke ranah hukum.

Shamsubahrin Ismail merupakan pengusaha taksi asal Malaysia yang sebelumnya menyebut warga Indonesia sebagai warga miskin, dan menyalahkan pemerintah Indonesia karena melegalkan ojek online. Koordinator aksi, Arif, menjelaskan bahwa pihaknya tersinggung dengan perkataan tersebut.

"Ojek online dipandang sebagai pekerjaan rendah. Oleh karenanya, kami menuntut agar Saudara Shamsubahrin bisa ditindak secara hukum dan permintaan maaf dari yang bersangkutan," kata Arief pada penjelasannya di hadapan anggota dewan.

Para drive ojek online ini diterima oleh dua anggota DPRD Jatim, Hadi Dediyansyah (politisi Gerindra) dan Mathur Husyairi (politisi PBB).

Bagi Hadi dan Mathur, ini adalah kali pertama bagi mereka menerima perwakilan pengunjuk rasa setelah mereka dilantik sebagai Anggota DPRD Jatim periode 2019-2024, Sabtu (31/8/2019) lalu.

Kendati demikian, keduanya tak canggung dan langsung menerima perwakilan aksi untuk berdiskusi di dalam DPRD Jatim.

"Posisi Shamsubahrin ada di Malaysia sehingga agak membingungkan kalau diproses di Indonesia. Hal ini sulit juga karena yang bersangkutan bukan orang Indonesia," kata Hadi ditemui di sela acara tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk turun tangan.

"Mau tidak mau, pemerintah Indonesia harus bisa bisa memberi tuntutan juga sama dengan tuntutan pengemudi ojek online ini," sambung Hadi.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan Shamsubahrin mencederai harga diri warga Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved