Berita Surabaya

3 Maling Spesialis Motor Matic di Surabaya Dibekuk Polisi, Motor Hasil Curian Dijual Semurah ini 

Berakhir sudah petualangan Urip Cahyono, Arifin alias Gepeng dan Arifin alias Ipin. Maling spesialis motor matic di Surabayaa ini ditangkap polisi.

3 Maling Spesialis Motor Matic di Surabaya Dibekuk Polisi, Motor Hasil Curian Dijual Semurah ini 
surya.co.id/willy abraham
Ketiga tersangka pencurian motor matic memeragakan cara mereka beroperasi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (2/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berakhir sudah petualangan Urip Cahyono (25), Gepeng (22), dan Arifin alias Ipin (22). Ketiga maling spesialis motor matic di Surabayaa ini ditangkap polisi. 

Ketiganya memiliki peran masing-masing, Urip Cahyono dan Gepeng warga Endrosono Surabaya berperan sebagai eksekutor. Mereka keliling Surabaya untuk mencari motor sambil membawa kunci T.

Tidak butuh waktu lama bagi dua pemuda pengangguran iniuntuk merusak rumah kunci motor milik korbannya. Dengan cara memasukkan kunci T palsu.

Alhasil, motor itu langsung digondol dua maling motor ini menuju exit tol Suramadu.

Disitu sudah menunggu Ipin (22). Warga Tanah Merah Laok, Bangkalan itu bertugas menjual motor hasil curian ke Pulau Madura.

"Pemilik kunci model T itu bernama Unyil, dia ditetapkan sebagai DPO. Selain itu, unyil juga penadah," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Senin (2/9/2019).

Menurut keterangan tersangka, mereka beraksi hanya dua kali di Jalan Demak. "Sebenarnya mereka beraksi lebih dari dua TKP," terangnya.

Berdasarkan data, mereka beraksi mencuri motor di Jalan Demak No. 22 pada tanggal 6 Agustus 2019. Kemudian di depan Alfamart Jalan Tembok Dukuh No.89 pada 11 Agustus 2019. Terakhir, halaman rumah warga di Bulak Rukem I/25 pada Selasa, (27/8/2019).

Korps Bhayangkara lebih dahulu menangkap Ipin yang akan menjual motor di Surabaya. Kemudian dua pelaku lainnya ditangkap, yaitu Urip dan Gepeng, Selasa (27/8/2019).

Satu motor hasil curian, Honda Beat berwarna putih, L 3588 TT yang sudah diganti plat nomor palsu L 4047 PF itu diamankan petugas. Beserta 1 kunci palsu berbentuk T.

Motor hasil curian itu dihargai Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta oleh AR alias unyil (DPO). Tersangka Ipin hanya mendapatkan upah Rp 200 ribu.

Kini ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara.

Dikonfirmasi terpisah, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo mengatakan pihaknya tidak segan-segan tembak di tempat kepada pelaku kejahatan di Surabaya.

Terlebih saat melakukan perlawanan kepada petugas. "Tidak ada ruang untuk pelaku kejahatan jalanan di Polrestabes Surabaya, akan kita tindak tegas dan terukur," tutupnya.

Urip Cahyono dan Gepeng memperagakan membobol rumah kunci motor saat beraksi mencuri motor di Surabaya, Senin (2/9/2019).

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved