Video Telanjur Viral, Kondisi Bocah 10 Tahun di Bogor yang Dipaksa Berhubungan Badan Makin Miris

Video telanjur viral, kondisi bocah 10 tahun di Bogor yang dipaksa berhubungan badan oleh pria tak dikenal kini semakin miris

Video Telanjur Viral, Kondisi Bocah 10 Tahun di Bogor yang Dipaksa Berhubungan Badan Makin Miris
Kolase ABNews dan Google
Ilustrasi: Bocah 10 Tahun di Bogor Dipaksa Berhubungan Badan 

SURYA.co.id - Video telanjur viral, kondisi bocah 10 tahun di Bogor yang dipaksa berhubungan badan oleh pria tak dikenal kini semakin miris

Korban semakin depresi setelah video dirinya dipaksa berhubungan badan oleh pria tak dikenal tersebut, viral di media sosial

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Polisi Minta Video Bocah 10 Tahun Korban di Bogor Tidak Diviralkan', kondisi korban ini diungkapkan oleh Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky

Menurut Dicky, video viral itu membuat korban mengalami depresi dan saat ini masih dalam keadaan belum stabil sehingga butuh penguatan.

VIDEO Mahasiswi Banjarmasin Berhubungan Badan dengan Tunangan Viral di WA, Direkam Sendiri di Hotel

Pantas Pemeran Video Vina Garut 3 Lawan 1 Terkena HIV, Bisa Jadi Perilaku Menyimpang ini Penyebabnya

Alasan Artis Suka Pakai Narkoba Jenis Sabu Seperti Nunung & 2 Komika, Punya Efek yang Luar Biasa

Pemicu Utama Aulia Kesuma Bakar Suami & Anak Tiri Karena Utang, Berikut Penjelasan Menurut Psikologi

2 ABG di Ambon Diajak Berhubungan Badan Ayah Kandungnya Selama 9 Tahun, Begini Kata Psikolog
Ilustrasi (google)

Oleh sebab itu, dia pun menuturkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak termasuk masyarakat untuk mencegah penyebaran video itu.

"Jadi saya tegaskan jangan ada lagi yang menyebarkan video terkait korban, karena ini akan membuat viktimisasi hingga korban (depresi) berkelanjutan karena identitasnya terbuka dan ini tentunya juga pengaruhi psikologis bukan saja anak tapi terhadap keluarga," ungkapnya.

"Karena itu (menyebarkan video) juga dilarang dalam UU Perlindungan Anak dan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik," tegasnya kembali.

Menurutnya, sejauh ini kasus tersebut sedang ditangani dengan memeriksa saksi-saksi dan korban juga sudah menjalani visum di rumah sakit.

"Visum korban sudah kita laksanakan hasilnya dalam waktu dekat akan keluar dan kondisinya sudah ditangani oleh psikolog baik dari pemda dan polres karena itu SOP nya ada di PPA," ujarnya.

Kondisi korban saat ini masih dalam keadaan traumatis sehingga Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor bergerak cepat berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk pendampingan serta pemulihan psikis korban.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved