Kilas Balik

Soeharto Pernah Masuk Sampul Depan Majalah Internasional 'Time', Isi Beritanya Digugat ke Pengadilan

Tak banyak yang tahu, presiden ke-2 RI Soeharto ternyata pernah masuk dalam sampul depan majalah internasional "TIME". Berikut ulasannya

Soeharto Pernah Masuk Sampul Depan Majalah Internasional 'Time', Isi Beritanya Digugat ke Pengadilan
Kolase Kompas.com dan Time Magazine
Soeharto Masuk Sampul Depan Majalah Internasional 'Time' 

SURYA.co.id - Tak banyak yang tahu, presiden ke-2 RI Soeharto ternyata pernah masuk dalam sampul depan majalah internasional "TIME"

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Hari Ini dalam Sejarah: Majalah Time Didenda Rp 1 Triliun karena Berita Soeharto Inc.', hal ini lantaran Soeharto masuk dalam pemberitaan majalah tersebut

Pemberitaan Majalah Time edisi Asia berjudul 'Suharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune' menghebohkan Indonesia kala itu.

Majalah Time edisi Asia Volume 153 Nomor 20, tertanggal 24 Mei 1999, pada halaman 16-19 itu memuat berita tentang kekayaan Soeharto dan keluarganya bernilai 9 miliar dollar AS yang ditransfer dari Swiss menuju Austria.

Edisi tersebut menampilkan sampul depan yang memuat gambar wajah Soeharto beserta judul 'Special Report: Suharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune'.

Menurut Harian Kompas edisi 15 Oktober 1999, pada halaman 17 majalah TIME terdapat kutipan "Time has learned that $ 9 billion of Suharto money has transferred from Switzerland to a nominee bank account in Austria"

Ini menandakan kalau majalah Time telah berhasil mengetahui bahwa sembilan miliar dollar AS uang Soeharto telah ditransfer dari Swiss ke sebuah rekening tertentu di bank Austria.

Cover Kontroversial Majalah Time
Cover Kontroversial Majalah Time (Time Magazine)

Mantan Presiden Soeharto membantah pemberitaan dalam Majalah Time tersebut.

Menurut Harian Kompas edisi 22 Mei 1999, Soeharto menilai berita tersebut bohong dan fitnah.

"Itu berita bohong. Jika Time tidak dapat membuktikan fakta-fakta dari pemberitaannya, maka itu fitnah. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," ujar Soeharto (21/5/1999).

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved