Berita Surabaya

Peringati Tahun Baru Islam 1441 H di Masjid Al Akbar Surabaya, Ini Pesan Gubernur Jatim

Peserta jalan sehat bersholawat membludak dari segala usia turut berpartisipasi. Bahkan total peserta mencapai sepuluh ribu peserta.

Peringati Tahun Baru Islam 1441 H di Masjid Al Akbar Surabaya, Ini Pesan Gubernur Jatim
surya.co.id/fatimatuz zahroh
Gubernur Khofifah usai melepas Jalan Sehat Bersholawat yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 H di halaman luar Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam momen peringatan tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriyah, Gubernur Jawa Tinur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun Kota Madinah yang penuh toleransi di tengah keberagaman.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah usai melepas Jalan Sehat Bersholawat yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 H di halaman luar Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/9/2019).

Peserta jalan sehat bersholawat membludak dari segala usia turut berpartisipasi. Bahkan total peserta mencapai sepuluh ribu peserta.

Dalam kegiatan ini turut hadir sejumlah tokoh lintas elemen di Jawa Timur. Selain Khofifah, hadir pula Wagub Emil Elestianto Dardak, Ketua PWNU Jawa Timur Kiai Marzuki Mustamar, Kiai Abdushomad Ketua MUI Jawa Timur serta ulama seperti KH Muzakky Al Hafidz, dan Prof Dr KH Ridwan Nasir.

Khofifah menegaskan, tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah ini memiliki makna besar.

Momen ini tak lain memperingati perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun persemaian kehidupan yang lebih baik. Yang dibangun di atas pilar keberagaman dalam harmoni dan toleransi.

"Tahun baru hijriyah merupakan penanda perjuangan Rosulullah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia," tegas wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Pasalnya nansa tahun baru Hijriyah ini sangat saintifik. Yang mengingatkan umat muslim akan perjuangan Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Yastrib yang kemudian dikenal dengan kota Madinah.

"Sesungguhnya referensi penting bagi kita khususnya warga bangsa Indononesia yang sangat beragam seperti keberagaman warga kota Madinah tetapi dapat hidup rukun harmoni,” tegas Khofifah.

Momen hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah membawa semangt untuk hijrah menjadi lebih maju dan lebih baik.

Hal itupun butuh direfleksikan pada zamaan saat ini.

Jika kemarin masih ada ketertinggalan, maka sekarang manusia harus bergerak ke arah yang lebih maju.

Jika ada yang miskin, maka harus bergerak untuk menyejahterakan, dan jika ada yang belum terdidik, maka kita harus bergerak untuk mencerdaskan.

Maka yang harus digarisbawahi menurut Khofifah adalah saat ini yang dibutuhkan adalah menguatkan semangat juang dan kebersaman untuk bisa mewujudkan itu semua. Agar Indonesia dan Jawa Timur bisa menjadi semakin berkemajuan.

"Refleksi ke Indonesiaan kita juga begitu. Negara kita Indonesi adalah negara yang besar. Terdiri dari banyak suku, bahasa, agama. Maka kita butuh mencontoh bagaimana Rasulullah membangun Kota Madinah yang juga beragam suku namun bisa hidup berdampingan penuh toleransi," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved