Berita Surabaya

Kejari Perak Hitung Kerugian Negara atas Dugaan Korupsi Jasmas 2016 yang Melibatkan Anggota Dewan

Melibatkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kejari Perak, Surabaya menghitung kerugian negara atas kasus dugaan korupsi jasmas anggota DPRD 2016.

Kejari Perak Hitung Kerugian Negara atas Dugaan Korupsi Jasmas 2016 yang Melibatkan Anggota Dewan
surya.co.id/samsul arifin
Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melibatkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kejari Tanjung Perak, Surabaya menghitung kerugian negara dan fee yang diterima oleh enam tersangka yang terlibat kasus dugaan korupsi Jasmas 2016.  

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi mengatakan, penyidik sebelumnya telah menetapkan kerugian negara dari kasus ini senilai Rp 4,9 miliar.

Nilai ini dari selisih harga barang yang dibeli dengan dana hibah yang dibelanjakan. Pemkot Surabaya mengeluarkan dana Rp 12,5 miliar untuk jasmas, tetapi barang yang dibelanjakan kepada Agus diduga kemahalan. Kualitas barang dinilai tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan.

"Yang jelas dari perhitungan kami ada kerugian negara Rp 4,9 miliar. Saya pikir audit BPK tidak akan jauh berubah dari nilai itu," ujarnya, Minggu, (1/9/2019). 

Auditor BPK juga akan dimintai keterangan penyidik sebagai saksi ahli kasus ini. Keterangan BPK menurutnya cukup penting. Sebab, tanggung jawabnya sebagai penghitung keuangan negara. BPK dianggap sebagai pihak yang dapat menghitung kerugian negara.

"Ahli BPK nanti sebagai penutupnya. Yang dapat menyatakan ada kerugian negara bukan jaksa, tapi hasil perhitungan BPK," imbuhnya. 

Kerugian negara senilai Rp 4,9 miliar dibebankan kepada Agus Jong. Pengusaha ini dalam putusan majelis hakim diharuskan mengganti seluruh kerugian negara.

Dia dinyatakan sebagai pihak yang menikmati semua hasil korupsi tersebut. Sementara itu, enam mantan dan anggota DPRD Surabaya tidak menutup kemungkinan akan bebas dari kewajiban mengganti kerugian negara. 

"Apakah (tersangka) dari dewan cuma hukuman badan), nanti kami lihat dulu," pungkas Dimaz. 

Hingga kini penyidikan terus berlanjut. Aden, Sugito, dan Binti sudah ditahan. Sementara itu, Ratih, Dini dan Syaiful akan dipanggil untuk ketiga kalinya pekan ini sebagai tersangka. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved